Surabaya (beritajatim.com)– PT Pelindo Marine Service (PMS) kembali menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap keselamatan pelayaran dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor maritim nasional. Setelah sukses menggelar pelatihan internal (in-house training) bagi 311 pelaut di 8 pelabuhan sepanjang tahun 2024, PMS kembali melanjutkan program unggulannya di tahun 2025 dengan fokus mendalam pada Advance Ship Maintenance.
Pelatihan intensif yang diikuti oleh 40 pelaut yang bertanggung jawab atas mesin kapal ini dijadwalkan berlangsung selama bulan April hingga Mei di Surabaya. Pembukaan pelatihan secara resmi dilakukan oleh Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Pelindo Marine Service, Lia Indi Agustiana, yang dalam sambutannya menekankan krusialnya peningkatan kompetensi teknis, terutama bagi para Kepala Kamar Mesin (KKM).
“Penyegaran serta pembaruan pengetahuan dan keterampilan teknis sangat penting bagi para KKM, mengingat setiap kapal memiliki karakteristik dan sistem mesin yang berbeda, serta teknologi kapal yang terus berkembang. Pelaut harus mampu mengikuti perkembangan ini agar dapat mengoperasikan dan merawat kapal dengan optimal demi keselamatan dan kelancaran operasional di laut,” tegas Lia Indi.
Lebih lanjut, Lia Indi menjelaskan bahwa pelatihan kali ini diperkaya dengan sesi praktik langsung di atas kapal dan menghadirkan teknisi dari penyedia mesin kapal sebagai narasumber ahli.
“Kolaborasi ini memungkinkan peserta untuk memahami secara mendalam spesifikasi mesin dan berdiskusi langsung mengenai solusi praktis atas permasalahan teknis yang dihadapi di lapangan,” jelasnya, menyoroti sinergi antara teori dan praktik yang menjadi keunggulan program ini.
Antusiasme terhadap program pelatihan ini juga diungkapkan oleh salah satu peserta, Sarifudin, seorang kru Kapal Tunda Hang Tuah V yang beroperasi di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Ia menilai pelatihan Advance Ship Maintenance ini sangat membantu dalam meningkatkan kecepatan respons terhadap gangguan teknis di kapal.
“Gangguan teknis yang tidak ditangani segera bisa mengganggu layanan dan merusak mesin lebih parah. Dengan pelatihan ini, kami bisa lebih memahami sistem kerja mesin dan menangani kendala dengan cepat, bahkan sebelum bantuan dari darat datang,” ungkap Sarifudin, menggambarkan manfaat langsung yang dirasakannya.
Pelindo Marine menegaskan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan dan pengembangan SDM tidak hanya terbatas pada pegawai darat, melainkan juga mencakup para pelaut yang menjadi garda terdepan operasional perusahaan. Melalui program pelatihan berkelanjutan seperti ini, PMS menunjukkan komitmennya untuk menjadikan kualitas SDM kru kapal sebagai bagian integral dari strategi bisnis berkelanjutan dan upaya nyata dalam menjaga keselamatan pelayaran nasional. Langkah ini diharapkan akan menghasilkan pelaut-pelaut yang semakin kompeten, handal, dan mampu menjaga operasional kapal tetap optimal, demi kelancaran lalu lintas maritim dan keselamatan di lautan Indonesia.[rea]






