Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengantisipasi ancaman terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satunya dengan melibatkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) melalui pelatihan intelijen untuk mitra Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) .
Bertempat di Aula Kelurahan Jagalan forum stategis ini juga diikuti oleh perwakilan Perlindungan Masyarakat (limnas), Lurah dan Camat se-Kota Mojokerto. Pelatihan diselenggarakan selama dua hari, 5-6 Juli 2023, hari pertama penyampaian materi dan diskusi, dan hari kedua praktek lapangan.
“Melalui forum seperti ini keterlibatan masyarakat dalam bidang intelijen ini harapannya bisa mendeteksi dini, kalau ada hal-hal yang perlu kita waspadai. Mari kita jaga kondusifitas wilayah apalagi saat ini menjelang pesta demokrasi,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Rabu (5/7/2023).
Baca Juga: Di Wilayah Hukum Polresta Mojokerto, Komplotan Pelaku Beraksi di 42 Titik Gardu Trafo Milik PLN
Agar berjalan dengan lancar dan menghasilkan para pemimpin, wakil rakyat yang baik serta menjaga keamanan Indonesia dan rakyatnya. Melalui pelatihan intelijen tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi di wilayah Kota Mojokerto.
Sementara itu, Plt Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto, Soegeng Rijadi Prajitno mengatakan, pelatihan intelijen tersebut digelar untuk mengajak masyarakat bersama-sama mengantisipasi adanya ancaman dan ketertiban di wilayah masing-masing lingkungan. “Diharapkan peserta mampu mengumpulkan informasi dan permasalahan yang ada,” harapnya.
Serta membuat laporan secara tertulis. Pelatihan intelijen tersebut, lanjut Soegeng, merupakan langkah dalam meningkatkan deteksi dini dan pencegahan dini serta mengantisipasi pelarangan, keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pelatihan intelijen tersebut menghadirkan narasumber yakni Koordinator Wilayah Mojokerto Badan Intelijen Negara (BIN) Jatim, Musti Waskito Agus, Kasat Intelkam Polresta Mojokerto, AKP Pujiyono, dan Kasubsi Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto Ibnu Hajar. [tin/ted]






