Mojokerto (beritajatim.com) – Menjelang penutupan Tahun Anggaran 2025, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menegaskan pentingnya disiplin, percepatan pelaksanaan program, dan efisiensi birokrasi di seluruh jajaran perangkat daerah. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Staf Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto di ruang Satya Bina Karya (SBK).
Dalam arahannya, Gus Barra (sapaan akrab, red) meminta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat realisasi kegiatan tanpa mengorbankan kualitas. Ia menegaskan, efektivitas waktu menjadi kunci agar target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana. Saat ini sudah memasuki triwulan terakhir.
“Waktu kita terbatas, sehingga seluruh kepala perangkat daerah harus mempercepat realisasi kegiatan tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan. Setiap rupiah uang rakyat harus kembali dalam bentuk manfaat nyata,” ungkapnya, Senin (13/10/2025).
Data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menunjukkan hingga 13 Oktober 2025, realisasi belanja daerah telah mencapai Rp1,863 triliun atau 62,77 persen dari pagu P-APBD sebesar Rp2,969 triliun. Capaian ini diproyeksikan meningkat hingga 94,78 persen pada akhir tahun. Gus Barra juga menyoroti peningkatan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Berdasarkan laporan BKPSDM, tingkat kehadiran ASN mencapai 98 persen dan kepatuhan apel 93 persen. Angka tersebut dinilai menjadi bukti komitmen aparatur dalam menjaga profesionalisme menjelang akhir tahun anggaran. Menurutnya, disiplin bukan sekadar hadir di kantor, tapi juga soal tanggung jawab dan kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan.
“Kita butuh birokrasi yang gesit, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Semua agar seluruh kegiatan difokuskan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial. Efisiensi belanja dan pengalihan anggaran agar diarahkan ke sektor produktif serta layanan publik,” katanya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah capaian juga dilaporkan oleh perangkat daerah, di antaranya peningkatan layanan Mal Pelayanan Publik (MPP) ‘Grha Manavaseva’ yang kini menaungi 28 instansi, penurunan kasus TBC hingga capaian pengobatan 88 persen, serta implementasi program Gercep Stunting (Gemapitu) dan Universal Health Coverage (UHC) dengan cakupan 67 persen penduduk.
“Kepada seluruh jajaran agar menjadikan sisa waktu tahun ini sebagai momentum pembuktian kinerja. Mari kita tunjukkan bahwa aparatur Pemerintah Kabupaten Mojokerto mampu bekerja cepat, disiplin, dan berorientasi pada hasil. Kinerja yang baik akan bermakna bila manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya. [tin/suf]






