Blitar (beritajatim.com) – Jelang pertandingan kontra Arema FC, Persita Tangerang mengeluhkan kondisi rumput Stadion Soepriadi yang jelek. Pelatih Persita Tangerang, Fabio Lefundes menyebut rumput Stadion Soepriadi Blitar paling buruk dan tidak layak untuk menggelar pertandingan Liga 1.
“Ini tidak bagus pada Liga 1, tidak bagus untuk ditunjukkan di standar Liga 1. Saya komplain bagaimana menyelenggarakan ini tidak bagus untuk semuanya baik untuk kami maupun pihak Arema,” kata Fabio Lefundes, Senin (2/12/2024).
Bahkan pelatih Persita Tangerang menyebut rumput Stadion Soepriadi paling buruk di Liga 1 Indonesia. Jika dibandingkan dengan lapang-lapangan lain untuk gelaran Liga 1, rumput Stadion Soepriadi dinilai paling buruk dan berpotensi mencederai pemain.
“Iya, betul (paling buruk). Kita pernah main di Jakarta, Bogor, Bali, Bangkalan, semua dalam kondisi baik. Tapi di sini buruk,” kecewanya.
Fabio Lefundes pun khawatir jika rumput Stadion Soepriadi yang buruk tersebut justru akan membuat pemainnya cedera. Selain itu dengan kondisi rumput yang jelek maka taktik dan skill pemain tidak akan keluar maksimal.
“Kalau pemain bagus tapi lapangan tidak bagus bagus bagaimana manajemen menerangkan, ini Arema memiliki skil bagus tapi kalau lapangan jelek pasti tidak maksimal,” tegasnya.
Dari pantauan di lapangan, memang terlihat kondisi rumput Stadion Soepriadi Blitar nampak buruk. Pada bagian selatan lapangan, terlihat rumput yang rusak dan baru saja ditutup dengan rumput baru.
Sehingga kondisi lapangan pun tidak rata. Para pemain dan pelatih yang mencoba lapangan pun kesulitan menggulirkan bola-bola bawah akibat kurang ratanya dan buruknya kualitas rumput Stadion Soepriadi Blitar. [owi/beq]






