Pamekasan (beritajatim.com) – Sedikitnya terdapat 29 jenis program ngaji pada ajang tahunan bertajuk International Event Pekan Ngaji 7 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.
Beragam jenis ngaji tersebut, nantinya akan dilaksanakan selama 10 hari kedepan, terhitung sejak Rabu hingga Jum’at (5-14/1/2022) mendatang. Sekaligus digelar secara maraton di kompleks asrama pesantren putra dan putri.
Pembukaan ajang yang mengusung grand tema ‘Nothing Imposible’ tersebut, dimulai dengan materi Ngaji Optimisme dan menghadirkan dua narasumber berbeda. Masing-masing Syarifah Sania Umar Muhtar asal Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah, diplot sebagai pemateri yang dipusatkan di kompleks asrama putri.
Sedangkan Ngaji Optimisme pada ajang pembukaan Pekan Ngaji 7 di Halaman Madrasah Kompleks Pesantren Putra, menghadirkan Dr Arrazy Hasyim asal Ciputat, Tangerang. Pendakwah muda tersebut diplot sebagai pemateri pada Opening Cerrimony.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pekan-ngaji”]
Bahkan dari beragam materi ngaji dalam ajang tersebut, narasumber tidak hanya didatangkan dari dalam negeri, tetapi juga terdapat pemateri yang berasal dari luar negeri. Di antaranya berasal dari Aljazair, Sudan dan Syiria.
“Pemateri luar negeri berasal dari Aljazair, Sudan dan Syiria. Selebihnya dari dalam negeri yang notabene sebagai praktisi dan berkompeten di bidang masing-masing,” kata Ketua SC Pekan Ngaji 7 Pesantren Bata-Bata, Moh Makinun Amin, Rabu (5/1/2022).
Selain itu pihaknya berharap program tersebut nantinya berlangsung lancar dan sukses, seperti pelaksanaan sebelumnya. Terlebih saat ini kembali digelar bersamaan dengan pandemi Coronavirus Disease 2019. “Untuk itu, kami juga tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pekan-ngaji”]
“Lepas dari itu, ajang pekan ngaji kali ini juga kita siarkan melalui live streaming melalui media sosial (medsos). Hal ini kami lakukan sebagai upaya penerapan protokol kesehatan, salah satunya menghindari kerumunan,” jelas alumnus IAI Al-Khairat Pamekasan.
Seperti diketahui, ajang insidentil tersebut tidak hanya dikemas dengan konsep menarik dengan tampilan teknologi berkelas, tetapi juga dalam rangka mempertahankan komitmen terhadap pendidikan, kemajuan dan peradaban.
Salah satunya melalui program Ta’yidul Maharah (TAMARA) dengan melibatkan sebanyak 32 lembaga akselerasi atau badan otonom di lingkungan Pesantren Bata-Bata. Nantinya program tersebut digelar pada hari terakhir atau pada malam penutupan. [pin/but]








