Banyuwangi (beritajatim.com) – Pedagang Pasar Banyuwangi yang awalnya menolak pindah akhirnya luluh. Mereka menerima lapaknya dibongkar. Mereka juga bersedia untuk direlokasi sementara ke tempat baru.
Memang, rencana revitalisasi Pasar Banyuwangi sempat menuai kendala adanya penolakan sejumlah pedagang. Kondisi itu lantaran terjadi miskomunikasi antara pihak pemerintah dan pedagang.
Namun demikian, berkat komunikasi berbagai pihak dan gabungan paguyuban akhirnya rencana revitalisasi Pasar Banyuwangi akan berjalan mulus. Hal itu ditandai dengan tasyakuran Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dengan jajaran Forkopimda dan paguyuban pedagang Pasar Banyuwangi.
“Alhamdulillah, para pedagang sudah siap direlokasi. Pasar akan segera dibongkar dan tahun ini pula pembangunan segera di mulai,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (23/5/2024).
Sesuai rencana, Kementerian PUPR akan melakukan revitalisasi Pasar Banyuwangi. Sedangkan untuk pembongkaran dan relokasi pedagang ditanggung oleh Pemerintah Daerah.
“Tidak semua daerah mendapat bantuan revitalisasi pasar dari pemerintah pusat. Semoga ini berkah bagi Banyuwangi, pasar nantinya jadi lebih nyaman dan menarik, sehingga pedagang sejahtera dan ekonomi bergerak. InsyaAllah semua elemen di Banyuwangi tidak ada yang tidak ingin pedagang pasar sejahtera,” ujarnya.
Paling lambat, kata Ipuk, pedagang Pasar Banyuwangi harus mengosongkan lokasi dan pindah ke tempat baru terhitung hingga akhir bulan ini. Mereka pindah ke sisi timur Taman Blambangan, tepatnya di area Gedung Wanita yang jaraknya sekitar 350 meter dari pasar.
“Setelah ini revitalisasi akan dilakukan oleh Kementerian PUPR, mungkin akan selesai dalam waktu setahun tergantung proyeknya,” pungkasnya. [rin/suf]






