Surabaya (beritajatim.com) – Harapan Bonek dan Bonita untuk melihat M Hidayat kembali bermain harus tertunda lebih lama. Gelandang bertahan Persebaya Surabaya itu masih belum pulih sepenuhnya dari cedera lutut yang dideritanya sejak awal musim kompetisi 2024/2025.
Pelatih Paul Munster menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan Hidayat bermain sebelum kondisinya benar-benar pulih.
“Ya, saya juga rindu (Hidayat), tapi kami harus melihat kondisinya lebih dulu pekan ini,” ujar Munster pada Jumat (21/3/2025).
Menurut pelatih asal Irlandia Utara itu, posisi gelandang bertahan sangat krusial dalam tim. Oleh karena itu, pemain harus dalam kondisi fisik yang benar-benar prima sebelum kembali merumput.
“Posisinya sangat krusial sebagai gelandang bertahan, jadi ia harus dalam kondisi fisik yang benar-benar baik sebelum kembali bermain,” tegas Munster.
Paul Munster Tak Mau Ambil Risiko
Pelatih berusia 42 tahun itu memahami peran vital Hidayat di lini tengah Persebaya Surabaya. Namun, ia menegaskan bahwa menurunkan pemain yang belum sepenuhnya pulih bisa memperburuk keadaan.
“Kalau dia hanya 60 persen dan kami paksakan, lalu terjadi sesuatu, maka dia harus keluar dari tim dan berpotensi menepi hingga akhir musim,” jelas Munster.
Ia pun memastikan bahwa Persebaya akan menunggu hingga kondisi M Hidayat benar-benar pulih agar risiko cedera berulang bisa dihindari.
“Kami harus memastikan dia benar-benar fit sebelum kembali ke lapangan agar tidak terjadi cedera berulang,” tutupnya.
Dengan absennya M Hidayat, Persebaya Surabaya harus mencari alternatif strategi di lini tengah. Para suporter pun berharap sang gelandang bisa segera pulih dan kembali memperkuat tim dalam laga-laga mendatang. [way/ian]






