Mojokerto (beritajatim.com) – Enam pasar ternak di Kabupaten Mojokerto ditutup selama satu bulan karena dampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sebagai solusi untuk peternak dan masyarakat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto telah menyiapkan aplikasi ‘Tumbas’.
Menyikapi kebijakan lockdown pasar hewan guna memutus rantai penyebaran PMK atau foot and mouth disease ini, Disperindag memanfaatkan terobosan baru yakni aplikasi ‘Tumbas’ untuk menjual hewan ternak sapi dan kambing. Aplikasi tersebut untuk memfasilitasi warga yang akan membeli dan peternak yang akan menjual hewan ternak.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pmk”]
Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah mengatakan, untuk memanfaatkan aplikasi tersebut, Disperindag memberikan batasan-batasan sesuai aturan pemerintah dalam melancarkan jual beli hewan ternak. Seperti, menjamin keamanan dan kesehatan hewan ternak yang dijual melalui aplikasi ‘Tumbas’ ini.
“Melalui aplikasi ini (tumbas.mojokertokab.go.id), kita bisa jualan hewan ternak, kambing, sapi. Karena sapi saat ini masih rentan (terjangkit PMK), sedangkan kambing lebih tahan terhadap virus PMK. Namun tetap diharapkan penjualannya tidak di satu tempat. Kami sudah berkoordinasi dengan Disperta terkait hal ini,” ungkapnya, Jumat (13/5/2022).
Masih kata mantan Camat Jetis ini, untuk teknis penjualan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto dan melibatkan paguyuban pedagang. Disperindag akan memfasilitasi pendaftaran akun baru dan daftar sebagai penjual di aplikasi ‘Tumbas’.
“Setelah paguyuban memberikan data hewan ternak yang akan dijual, kami akan memfasilitasi dan membantu untuk memasukkan data tersebut dalam aplikasi ‘Tumbas’. Hari ini, tim kami sudah mulai turun untuk survei hewan yang akan dijual di aplikasi ‘Tumbas’ dan hewan ternak yang sudah lolos verifikasi sudah mulai dijual di aplikasi ‘Tumbas’,” katanya.
Tim Disperindag telah melakukan survei ke peternak kambing yang ada di Kecamatan Mojoanyar dan peternak sapi yang berada di Kecamatan Bangsal. Jual beli hewan ternak di aplikasi ‘Tumbas’, lanjut Iwan, akan dilakukan di lingkup lokal Mojokerto saja.
Sementara itu, Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Aneka, Tekstil, Alat Transportasi, Elektronika, dan Telematika (ILMATET) Disperindag Kabupaten Mojokerto, Silvia Dewi mengatakan, hari ini pihaknya memimpin langsung survei hewan ternak di Kecamatan Mojoanyar dan Bangsal.
“Kita survei, untuk kita masukkan di aplikasi ‘Tumbas’. Pedagang yang ingin mendaftar di aplikasi ‘Tumbas’ harus mengirimkan syarat-syarat yang telah ditentukan, syaratnya pun sangat mudah, yakni penjual cukup menyiapkan KTP untuk tahap verifikasi. Untuk standard pendaftarannya nanti menggunakan email dan nomor telepon,” katanya.
Silvia menjelaskan, nomor telepon yang digunakan untuk mendaftar adalah nomor telepon yang masih aktif dan terhubung WhatsApp (WA). Email nantinya digunakan untuk login, sementara nomor WA nanti untuk notifikasi ketika transaksi. Sehingga setiap transaksi di ‘Tumbas’, notifnya melalui WA.
“Setelah mendaftar, pedagang bisa login dan mengisi data profil serta mengunggah ikon toko. Jadi sama seperti e-commerce pada umumnya, tentunya yang standar. Seperti upload rekening dan kurir-kurirnya pakai jasa seperti pada umumnya. Setelah mendaftar, petugas pasar datang untuk melakukan verifikasi,” jelasnya.
Petugas akan melakukan verifikasi untuk memastikan jika pedagang yang mendaftar tersebut benar-benar berasal dari pedagang pasar. Aplikasi tersebut akan terus dikembangkan sesuai masukan yang ada di lapangan, termasuk dalam sisi pengamanannya antara penjual dan pembeli.
Terpisah salah satu pedagang sapi asal Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Muslim mengaku, sangat terbantu dengan adanya aplikasi ‘Tumbas’ yang diluncurkan Disperindag Kabupaten Mojokerto. “Jadi soal pemasaran sangat terbantu, karena bisa jadi adanya PMK ini pemasaran terhambat,” tuturnya.
Dengan aplikasi ‘Tumbas’ tersebut, pihaknya berharap pendapatan penjualan bisa kembali seperti semula karena imbas PMK penjualan sapi mengalami penurunan. Muslim berharap, wabah PMK tersebut segera usai agar penjualan hewan ternak bisa berjalan kembali dengan normal. [tin/suf]







