Gresik (beritajatim.com)- Pasar Sidayu yang terbakar pada 30 Januari 2022 lalu tidak jadi dibangun tahun 2022. Rencananya, pasar tersebut dibangun pada tahun depan mengingat anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 6 miliar. Untuk saat ini, para pedagang hanya dibangunkan lapak sementara.
Pada pembahasan perubahan APBD 2022, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag (Diskoperindag) Gresik telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 600 juta. Dana itu, nantinya digunakan untuk mendirikan lapak sementara hingga bangunan pasar dibangun tahun 2023.
Dengan anggaran tersebut, seluruh lapak yang sebelumnya berada di Pasar Sidayu akan dibuatkan lapak semua. Jumlahnya ada 527 kios. “Lokasinya berada du Alun-alun Sidayu sebelah timur,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskoperindag Gresik, Malahatul Fardah, Jumat (2/09/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pasar-sidayu”]
Ia menjelaskan meski hanya lapak sementara namun pemerintah akan menata agar para pedagang nyaman berdagang selama pasar dibangun. Selain membangun lapak sementara. Diskoperindag Gresik juga sedang melakukan perencanaan pembangunan. “Nilainya Rp 100 juta buat kebutuhan untuk bangun pasar itu berapa setelah perencanaan selesai,” paparnya.
Ia menambahkan, Pasar Sidayu tidak bangun tahun ini. Sebab, dalam P-APBD tahun 2022 dikuatirkan tidak selesai. Selain itu, pos anggaran untuk pembangunan yang besar tidak ada. “Supaya lebih mateng dibangun tahun depan,” imbuhnya.
Batalnya revitalisasi Pasar Sidayu pada P-APBD ini kata Fardah, pasalnya sisa tahun tinggal tiga bulan saja. Apalagi perencanaan pembangunan pun belum dilakukan. “Tahun ini kami fokus perencanaan dan pendirian lapak sementara,” tandas Fardah. [dny/kun]






