Gresik (beritajatim.com) – Pasar murah yang digelar Pemprov Jawa Timur di Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Gresik, diserbu ratusan warga yang memadati lokasi. Tujuan pasar murah ini untuk membantu masyarakat menengah ke bawah menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok serta dalam rangka pengendalian inflasi.
Ada berbagai bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur, dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar biasa. Sejumlah warga terlihat rela antri untuk mendapatkan bahan kebutuhan sehari-hari yang dijual dengan harga subsidi pemerintah.
Sutini (56) salah satu warga Desa Menganti mengatakan, dirinya rela mengantri hanya demi mendapatkan beras murah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng Minyakita, dan telur.
“Buat kebutuhan anak cucu, tadi saya rela antri bersama warga lainnya demi mendapatkan kebutuhan pokok di pasar murah,” katanya, Selasa (23/9/2025).
Hal senada juga dikemukakan Afandi (47). Ayah satu anak ini juga rela antri menunggu panggilan dari petugas untuk mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari. “Mumpung ada pasar murah mas, sekalian membeli bahan pokok buat persediaan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Iwan menyatakan ada 105 titik gerakan pangan murah salah satunya digelar di Menganti Gresik untuk mengendalikan inflasi.
“Di Menganti Gresik kami menyiapkan 10 ton beras murah serta puluhan liter Minyak Kita maupun kebutuhan pokok lainnya,” urainya.
Pasar murah ini semestinya dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Sayangnya saat ditunggu ratusan warga. Orang nomor satu di Jatim itu mendadak membatalkan kunjungannya. Kendati sejumlah pejabat Provinsi Jatim maupun Pemkab Gresik menunggu kehadirannya.
“Gubernur Jatim batal datang, barusan saya diberitahu pihak protokol Pemprov Jatim. Daripada menunggu kelamaan. Acara pasar murah tetap digelar,” ungkap Camat Menganti Bagus. [dny/kun]






