Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Soeprayitno, menyebut tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu dan Pilkada 2024 mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan pemilu sebelumnya. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas demokrasi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan Kota Surabaya.
“Pada pemilu maupun pemilihan 2024, angka partisipasi pemilih meningkat dibanding sebelum-sebelumnya,” kata Soeprayitno, Senin (1/6/2026).
Peningkatan partisipasi pemilih tersebut, menurut dia, menunjukkan kesadaran politik masyarakat Surabaya yang semakin baik. Menurut dia, tingginya keterlibatan warga dalam menggunakan hak pilih menjadi indikator penting dalam menjaga legitimasi proses demokrasi.
Soeprayitno mengatakan KPU Surabaya kini mulai melakukan kajian terhadap daerah pemilihan (dapil) untuk menghadapi pemilu mendatang. Kajian tersebut dilakukan seiring perkembangan wilayah dan dinamika kependudukan yang terjadi di sejumlah kecamatan di Surabaya.
“Bisa jadi daerah pemilihan pada Pemilu 2024 lalu kurang lagi relevan dengan perkembangan kewilayahan kecamatan di Surabaya. Untuk itu, KPU Surabaya saat ini melakukan kajian daerah pemilihan,” ujar dia.
Menurut dia, potensi pemekaran dapil cukup terbuka meskipun tidak berkaitan langsung dengan penambahan jumlah kursi DPRD Surabaya. Penataan dapil lebih diarahkan agar representasi masyarakat tetap sejalan dengan perkembangan wilayah dan pertumbuhan penduduk.
Kajian tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan setiap wilayah memiliki keterwakilan politik yang proporsional. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat tersalurkan secara lebih efektif melalui wakil rakyat yang terpilih.
“Potensi pemekaran daerah pemilihan tidak selalu dipengaruhi bertambah atau tidaknya jumlah kursi DPRD. Yang menjadi perhatian adalah kesesuaian dapil dengan perkembangan wilayah yang ada,” katanya.
Lebih lanjut, Soeprayitno menjelaskan bahwa penataan dapil yang lebih adaptif berpotensi memberikan dampak positif terhadap pembangunan kota. Dia berharap representasi wilayah yang lebih proporsional dapat memperkuat kolaborasi berbagai elemen dalam mendorong pembangunan Surabaya.
“Dengan daerah pemilihan yang berpotensi dimekarkan, bisa berimplikasi pada semakin kuatnya semangat pembangunan kota oleh lintas elemen,” tuturnya.
Momentum Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, lanjut dia, menjadi pengingat pentingnya menjaga partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, semangat keterlibatan warga dalam pemilu sejalan dengan upaya membangun kota yang maju dan berdaya saing.
“Dengan kata lain, hal ini selaras dengan tema Hari Jadi Surabaya tahun ini yakni Pancasila Kuat, Surabaya Hebat,” pungkas Soeprayitno. [asg/suf]






