Surabaya (beritajatim.com) – Mobil pelat merah dengan nomor polisi L 1901 EP yang sempat viral di media sosial, melintas di Jalan Arteri Nasional Bandarkedungmulyo, Jombang pada H+2 Lebaran.
Mobil tersebut tidak digunakan untuk tujuan mudik, namun untuk keperluan pribadi yang lebih menyentuh hati. Subairi, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, mengklarifikasi hal tersebut melalui penjelasan langsung.
Subairi, yang menjabat di bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Surabaya, menegaskan bahwa ia menggunakan kendaraan dinas tersebut bukan untuk mudik, melainkan untuk berziarah bersama anak-anaknya.
“Saya pakai H+2 (Lebaran). Saya pinjam H+2, itu enggak ada niatan mudik,” ujarnya saat memberikan klarifikasi pada Jumat (27/3/2026).
Menurut Subairi, ia menggunakan mobil dinas untuk mengantarkan kelima anaknya berziarah ke makam almarhum istrinya di Blitar. Istrinya telah meninggal dunia setahun yang lalu, dan tradisi ziarah ke makam adalah rutinitas keluarga mereka.
“Kebetulan anak saya kelimanya piatu, ditinggal bundanya setahun yang lalu. Biasanya kalau anak-anak pulang pondok saya ajak nyekar (ziarah), punya kebiasaan itu,” tambahnya.
Subairi juga menegaskan bahwa ia sama sekali tidak berniat untuk mudik, dan ia menggunakan kendaraan tersebut di H+2 Lebaran, bukan pada H-2 atau H-3 seperti yang biasa dilakukan orang mudik.
“Enggak ada niatan mudik, kalau mudik H-2, H-3 kan, saya pakai itu, saya pakai H+2, enggak ada ya. Saya mengantar anak-anak saja, ngantar ziarah ke bundanya,” ungkap Subairi.
Tidak hanya itu, Subairi mengungkapkan alasan mengapa ia menggunakan kendaraan dinas tersebut. Ia mengaku tidak memiliki mobil pribadi, dan sepeda motor yang dimilikinya tidak dapat digunakan karena anak-anaknya yang masih di bawah umur.
“Terus kenapa dipakai itu, Karena saya juga enggak punya mobil. Sepeda motor, anak saya itu enggak bisa pakai motor, karena belum 17 tahun. Itu pun pakai uang pribadi saya, enggak ada uang yang diklaimkan ke kantor,” jelasnya.
Terkait dengan viralnya kendaraan dinas tersebut, Subairi mengungkapkan permintaan maafnya kepada masyarakat yang merasa dirugikan atau kecewa akibat kabar yang beredar di media sosial. Ia berharap kejadian ini bisa dimaknai dengan lebih bijak dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Meskipun viral, kejadian ini memberikan gambaran tentang pentingnya komunikasi yang jelas dan pemahaman yang baik terkait penggunaan kendaraan dinas oleh pejabat publik. Subairi berharap klarifikasi ini dapat menenangkan pihak-pihak yang terlibat dalam pemberitaan tersebut. [rma/suf]

as a preferred source on Google




