Lamongan (beritajatim.com) – Kabupaten Lamongan berhasil memenuhi target swasembada pangan tahun 2025 yang diberikan oemerintah pusat. Pemenuhan target itu dibuktikan dari realisasi luas tambah tanam (LTT) yang mencapai 193.786 hektare, atau surplus sekitar 1.400 hektare, dari target yang diberikan pemerintah pusat seluas 192.373 hektare.
Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyampaikan bahwa capaian ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang disampaikan dalam zoom meeting bersama jajaran pemerintah daerah.
Secara nasional, target swasembada pangan telah tercapai, dan Jawa Timur, khususnya Lamongan, menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi tertinggi.
“Alhamdulillah, Lamongan menjadi bagian penting dalam swasembada pangan nasional. Produksi kita sangat tinggi, dan testimoni dari kelompok petani menunjukkan bantuan alsintan serta distribusi pupuk subsidi sudah berjalan dengan baik,” kata Dirham, usai mengikuti zoom meeting di Ruang Command Center Pemkab Lamongan, Rabu (7/1/2026).

Meski demikian, Dirham mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan air di beberapa wilayah.
Dirham juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera mengambil sikap, ketika ditemukan pupuk subsidi yang harganya belum turun sesuai ketentuan, serta harga gabah yang masih berada di bawah Rp6.500 per kilogram.
“Jika masih ditemukan pupuk subsidi yang harganya belum turun 20 persen atau harga gabah di bawah Rp6.500, segera laporkan. Swasembada pangan harus kita sukseskan bersama karena dampaknya besar, mulai dari peningkatan ekonomi, penurunan kemiskinan, hingga pengendalian inflasi,” ujarnya.
Saat ini, kata Dirham, produksi beras menjadi sektor paling masif dalam swasembada pangan Lamongan. Selain itu, swasembada jagung juga telah dicapai.
“Selanjutnya, pada akhir 2025 lalu pemerintah pusat menetapkan program swasembada gula yang akan diimplementasikan secara massal pada tahun 2026,” kata Dirham.
Dukungan terhadap program swasembada gula juga datang dari Komandan Kodim (Dandim) 0812 Lamongan, Letkol Deni Suryo Anggo Digdo, yang menyatakan kesiapan jajarannya untuk ikut mengawal dan menggalakkan program swasembada gula di Kabupaten Lamongan.
“Intinya, amanat Bapak Presiden adalah bagaimana negara yang kaya ini mampu mewadahi dan mencukupi seluruh kebutuhan rakyatnya, sehingga ke depan masyarakat Indonesia bisa semakin makmur. Salah satunya melalui swasembada pangan, dan yang terbaru adalah swasembada gula,” tuturnya.
Dandim optimistis Kabupaten Lamongan yang selama ini telah berhasil menjalankan program swasembada pangan, memiliki potensi besar untuk mengembangkan swasembada gula.
“Saya optimis Kabupaten Lamongan mampu mewujudkan swasembada gula. Target sekitar 500 hektare ini saya yakin bisa tercapai, karena potensi wilayah dan semangat seluruh elemen di Lamongan sangat besar,” tegasnya. (fak/but)






