Lamongan (beritajatim.com) – Pangdam V Brawijaya, Rafael Granada Baay melakukan panen raya jagung, di Desa Mojorejo Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Selasa (28/5/2024). Hal ini dilakukan sebagai bagian dari program yang diusung TNI bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Pangdam V Brawijaya Rafael Granada Baay menyampaikan bahwa program TNI itu berkaitan dengan pipanisasi di Kabupaten Lamongan guna mendukung produktivitas komoditi jagung. Melalui program pipanisasi ini, dia meyakini bahwa percepatan tanam mampu direalisasikan.
“Hari ini kami panen jagung di lahan 250 hektar dengan produktivitas 3 ribu ton. Ini merupakan hasil tanam kedua. Program perpipaan sendiri segera mungkin kita jalankan agar penanaman jagung bisa dilakukan lebih dari dua kali. Sehingga petani akan lebih sejahtera,” jelasnya.
Rafael juga menjelaskan bahwa peninjauan lapangan akan segera dilakukan, mulai dari penghitungan jarak antara sumber air ke lahan petani hingga berapa dan di mana akan dipasang titik penampungan air.
“Besok kita langsung turun tangan. Harapannya pada bulan Juni besok bisa dilakukan penanaman jagung ketiga kalinya,” tandasnya.
Diterangkan pula oleh Rafael, upaya menggencarkan produksi jagung ini merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo. Hal itu lantaran Indonesia memiliki dua komoditi pangan unggulan, yakni jagung dan padi.
“Surplusnya produksi jagung ini tidak hanya untuk menjaga ketahanan pangan, namun juga agar mampu melakukan ekspor pertanian,” imbuhnya.
Dalam kesempatan sama, Salah satu Gapoktan Kecamatan Modo bernama Tamijo mengungkapkan bahwa para petani jagung setempat sangat menyambut baik keberadaan program pipanisasi. Pasalnya, kesejahteraan masyarakan akan semakin meningkat jika bisa melakukan tanam jagung lebih dari dua kali.
“Karena lahan di sini jenisnya sawah tadah hujan, jadi biasanya bisa dilakukan penanaman dua kali. Kalau ada program pipanisasi kami sangat senang dan siap, karena bisa lebih dari dua kali panen,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang hadir dan mendampingi Pangdam V Brawijaya pada panen raya mengatakan bahwa implementasi program pipanisasi di Lamongan akan membawa dampak positif.
Menurut Yuhronir, program pipanisasi mampu menunjang surplusnya komoditi jagung. Mengingat jagung merupakan salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Lamongan.
“Sebagai lumbung pangan nasional, Lamongan juga unggul pada produksi jagung. Tentu Pemerintah Kabupaten Lamongan sangat mendukung program pipanisasi yang didampingi langsung oleh Pak Pangdam V Brawijaya. Hadirnya program tersebut akan mendukung produksi dan percepatan tanam jagung di Lamongan,” tuturnya usai memanen jagung jenis perkasa di lahan perhutani seluas 1.213 hektar.
Yuhronur bahkan melaporkan bahwa Lamongan memiliki luas tanam jagung sebesar 59.540 hektar pada tahun 2023. Dia juga menyebut, luas panen tersebut mencapai produksi 582.662 ton, dengan produktivitas rata-rata 8,4 ton per hektar.
“Pemkab Lamongan terus mendukung produktivitas jagung. Salah satunya dengan diversifikasi pangan untuk menjaga ketahanan pangan. Di tahun 2024 hingga bulan April lalu penanaman jagung telah dilakukan di lahan seluas 35.001 hektar,” papar Yuhronur.
“Untuk luas panennya sendiri ada 21.255 hektar dengan produksi 175.196 ton atau produktivitas rata-rata 8,73 ton per hektar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yuhronur menegaskan jika Pemkab Lamongan juga telah mengusulkan 11 unit pompa dan 5 irigasi perpompaan di wilayah Kecamatan Modo. Hal itu untuk mewujudkan percepatan tanam dan peningkatan produktivitas petani.
Pada kesempatan ini, Bupati Yuhronur juga mengajak Pangdam V Brawijaya untuk berkunjung di showroom sorgum yang berada di Kecamatan Sugio. Showroom yang dikelola langsung oleh Persit Candra Kirana 0812 itu menyuguhkan beragam olahan dengan bahan dasar sorgum.
“Olahan sorgum ini jangat sehat karena memiliki indeks glikemik yang tergolong rendah dan kandungan serat yang tinggi. Selain itu harganya juga terjangkau,” pungkasnya.[riq/aje]






