Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Perindutrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro telah melakukan pendataan kepada sejumlah pelaku usaha pande besi dan produsen tahu. Mereka diusulkan mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi.
Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitrama mengatakan, penyaluran bantuan sosial (bansos) itu merupakan kewajiban pemerintah daerah untuk membantu jaminan perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak.
“Sudah ada calon penerima dan masih menunggu verifikasi. Sementara sesuai usulan, tapi jika boleh nambah akan menambah,” ujar Welly, Jumat (21/10/2022).
Sesuai data awal, jumlah pande besi dan produsen tahu yang diusulkan mendapat BLT dampak inflasi kenaikan harga BBM Subsidi sebanyak 3.122 orang. Penyaluran bantuan dilakukan selama satu kali dengan masing-masing mendapat Rp500 ribu sehingga total anggaran yang disiapkan dalam P-APBD 2022 ini sebesar Rp1,5 miliar.
Pemberian Bansos ini merupakan belanja wajib sebesar 2 persen dari transfer Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat. Sementara nilai total anggaran yang disiapkan dalam P-APBD 2022 itu sebesar Rp13,2 miliar. Pencairan BLT itu masih menunggu pengesahan P-APBD 2022 dari Gubernur Jatim.
Selain Disperinaker, penyaluran BLT juga dilakukan oleh Dinsos, Dishub, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. [lus/beq]






