Pamekasan (beritajatim.com) – Partai Amanat Nasional (PAN) Pamekasan, keluar dari koalisi partai politik (parpol) PDIP dan PPP. PAN pun balik kanan mendukung pasangan KH Kholilurrahman dan Sukriyanto pada pelaksanaan pilkada serentak di Pamekasan.
Sebelumnya, PAN berkoalisi dengan PDIP dan PPP mendukung Achmad Baidowi sebagai bakal calon bupati Pamekasan.
Koalisi PAN, PDIP, dan PPP tersebut secara resmi diumumkan dalam bincang santai parpol koalisi yang digelar di Ballroom Hotel Odaita Jl Raya Sumenep, Pamekasan, Sabtu (27/7/2024) lalu.
Namun seiring waktu, figur potensial yang mereka rencanakan diusung pada pesta rakyat 27 November 2024 mendatang justru tidak diizinkan mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan. Alasannya, masih dibutuhkan di Jakarta.
Kondisi tersebut tentunya menjadi dilema, khususnya bagi PAN yang hanya memiliki satu kursi di DPRD Pamekasan. Sehingga mereka mencoba membuka ruang dan mengalihkan dukungan kepada pasangan Kiai Kholil dan Sukri, sekaligus berkoalisi bersama Partai Demokrat, Gelora, dan NasDem.
“Berdasar beragam pertimbangan matang dan alasan yang sangat kuat, akhirnya kami balik kanan dan tidak lagi bersama parpol koalisi (PDI Perjuangan dan PPP). Maaf kami ceck out,” kata Sekretaris DPD PAN Pamekasan, Heru Budi Prayitno, Senin (26/8/2024).
Hanya saja pihaknya enggan menjelaskan detail seputar alasan mengakhiri koalisi bersama PDI Perjuangan dan PPP, sekalipun dapat dipastikan ada alasan mendasar yang berujung pada pengambilan keputusan pecah kongsi.
“Jadi sebelumnya kami PAN, PDIP dan PPP bersepakat menjalin koalisi mengusung calon bupati dan calon wakil bupati Pamekasan, tapi dengan alasan yang sangat kuat, akhirnya kami balik kanan (berpisah),” pungkasnya. [pin/beq]






