Surabaya (beritajatim.com) – Naik gunung adalah kegiatan yang membutuhkan persiapan matang, termasuk dalam memilih pakaian yang tepat. Salah kostum saat mendaki bisa membuat perjalanan menjadi melelahkan, tidak nyaman, hingga membahayakan kesehatan.
Untuk itu, penting bagi para pendaki pemula maupun berpengalaman untuk mengetahui jenis pakaian yang sebaiknya dihindari saat mendaki gunung.
Berikut ini beberapa jenis pakaian yang sebaiknya tidak kalian kenakan saat naik gunung.
1. Celana Jeans
Meski terkenal kuat dan tahan lama, celana jeans justru menjadi pilihan buruk untuk aktivitas mendaki. Bahannya yang kaku membuat pergerakan tubuh menjadi terbatas. Lebih parah lagi, jeans akan menyerap air dan keringat, menjadikannya berat dan susah kering. Dalam kondisi lembab, gesekan antara kain dan kulit bisa menimbulkan iritasi atau lecet, terutama di area paha dan lutut.
2. Baju Katun
Pakaian berbahan katun memang nyaman dipakai sehari-hari, namun tidak cocok untuk kondisi ekstrim di gunung. Katun mudah menyerap keringat namun butuh waktu lama untuk mengering. Ketika tubuh berkeringat dan terkena suhu dingin pegunungan, pakaian basah bisa menurunkan suhu tubuh dengan cepat.
Hal ini meningkatkan risiko terkena hipotermia. Pilihlah pakaian dari bahan sintetis atau wol ringan yang lebih cepat kering dan mampu menjaga suhu tubuh tetap hangat.
3. Pakaian Ketat
Menggunakan pakaian yang terlalu ketat dapat mengganggu kelancaran aktivitas fisik saat mendaki. Gerakan tubuh akan terbatas dan risiko cedera bisa meningkat. Sebaiknya gunakan pakaian dengan potongan yang lebih longgar atau bahan yang elastis agar tubuh tetap leluasa bergerak mengikuti kontur medan.
4. Alas Kaki Fashion atau Sandal Biasa
Sandal santai atau sepatu fashion bukan pilihan yang tepat untuk trekking di medan terjal. Alas kaki jenis ini tidak dirancang untuk menahan benturan atau mencegah tergelincir. Ketiadaan grip yang baik membuat risiko jatuh, terkilir, atau bahkan luka pada kaki jadi lebih besar. Pastikan menggunakan sepatu hiking yang sesuai dan mendukung aktivitas di alam bebas.
5. Pakaian Gelap Saat Musim Panas
Saat mendaki di cuaca cerah atau musim panas, hindari memakai pakaian berwarna gelap. Warna-warna seperti hitam atau biru tua akan menyerap lebih banyak panas dari sinar matahari, membuat tubuh cepat kepanasan. Kondisi ini bisa mempercepat dehidrasi dan kelelahan. Pilihlah pakaian berwarna terang yang mampu memantulkan cahaya dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.
6. Jaket Tebal Tanpa Fitur Anti-Air
Jaket atau sweater tebal memang penting untuk menghangatkan tubuh, namun jika tidak dilengkapi dengan lapisan tahan air, akan menjadi masalah saat cuaca berubah. Saat terkena hujan atau kabut, pakaian jenis ini akan menyerap air dan menjadi berat. Selain tidak nyaman, pakaian yang basah juga tidak mampu mempertahankan suhu tubuh secara efektif.
Pemilihan pakaian saat naik gunung bukan hanya soal gaya, tapi juga menyangkut eselamatan dan kenyamanan. Pastikan kamu memilih pakaian dan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi alam dan cuaca. Dengan begitu, pengalaman mendaki akan lebih aman dan menyenangkan.[mnd/aje].






