Jombang (bertajatim.com) – Jumat (7/3/2025) pagi, suasana di Balai Desa Dapurkejambon tampak berbeda dari biasanya. Warga berbondong-bondong datang untuk membeli bahan pokok dengan harga terjangkau.
Hari itu, Bupati Jombang Warsubi, didampingi Sekdakab Jombang Agus Purnomo dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), turun langsung ke lapangan untuk memantau pelaksanaan operasi pasar. Sementara itu, Wakil Bupati Salmanudin bersama timnya mengawasi jalannya kegiatan di titik lainnya.
Operasi pasar kali ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menghadapi lonjakan harga pangan selama bulan suci Ramadan. “Kami ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Bupati Warsubi.
Sebanyak 34 titik menjadi lokasi penyelenggaraan operasi pasar, tersebar di 14 kecamatan. Setiap kecamatan mendapatkan dua titik pasar murah, ditambah enam pasar utama sebagai pusat operasi.
Program ini berlangsung selama hampir dua minggu, mulai Jumat (7/3) hingga Kamis (20/3). Pemkab Jombang juga menggandeng berbagai pihak agar pelaksanaan operasi pasar berjalan efektif dan merata.
Masyarakat yang datang ke lokasi operasi pasar dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran. Beberapa komoditas yang tersedia antara lain beras medium seharga Rp 62.500 per 5 kilogram (kg), beras medium SPHP Rp 56.000 per 5 kg, telur ayam Rp 27.000 per kg, minyak Kita 800 mililiter Rp 13.500, minyak Kita 1 liter Rp 15.700, minyak Sunco 2 liter Rp 39.000, dan minyak Gading 700 ml Rp 15.500.
Antusiasme warga begitu terasa di setiap lokasi operasi pasar. Banyak dari mereka mengaku terbantu dengan adanya program ini. “Harga di pasar belakangan ini terus naik, jadi adanya operasi pasar ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Siti, seorang ibu rumah tangga yang turut berbelanja di Balai Desa Dapurkejambon.
Dengan adanya program ini, Pemkab Jombang berharap masyarakat bisa lebih tenang dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok. “Kami mengajak warga untuk memanfaatkan operasi pasar ini sebaik mungkin, agar beban ekonomi mereka bisa sedikit lebih ringan,” tutur Bupati Warsubi.
Operasi pasar murah ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat. Diharapkan, dengan langkah ini, lonjakan harga pangan di bulan Ramadan dapat ditekan, sehingga tidak membebani masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. [suf]






