Banyuwangi (beritajatim.com) – Antusias warga Banyuwangi menyambut operasi pasar beras SPHP dan sejumlah kebutuhan lain cukup tinggi. Buktinya, antrean mengular. Mereka rela antre panjang hingga berjam-jam untuk mendapatkan beras lebih murah dibanding harga pasaran.
Warga yang didominasi emak-emak itu sudah mulai berkumpul di depan Gedung Juang 45, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi sejak pagi hari. Bahkan, mereka datang sebelum petugas membuka stok barang di atas mobil.
Siti Rahayu salah seorang warga mengaku sejak Pukul 07.00 WIB berada di lokasi itu. Padahal, operasi pasar baru dimulai sekitar 09.00 WIB.
“Tadi sejak pagi di sini, sebelum ada warga lain yang datang saya sudah di sini,” kata warga Kelurahan Kepatihan tersebut, Rabu (21/2/2024).
Saat OP berlangsung, Siti Rahayu mendapatkan jatah beras SPHP yang dibeli sebanyak 2 sak atau 10 kilogram. Harganya Rp 51 ribu per 5 kilogram.
“Tadi setiap warga dijatah 10 kilogram beras, gula 2 kilogram, dan minyak 2 liter. Yang penting itu beras, karena perbandingannya cukup jauh. Kalau harga gula dan minyak nggak begitu pengaruh karena hanya terpaut Rp 1000 dibanding di pasar atau di toko,” katanya.
Sejak OP dibuka, warga sekitar terus berduyun-duyun datang. Sehingga menyebabkan antrean panjang hingga 50 meter dari lokasi kendaraan barang yang disediakan dari Bulog tersebut.
Pada operasi pasar ini, Pemkab Banyuwangi dan Bulog menyediakan stok beras sebanyak 3,5 ton. Kemudian ada 4 kwintal gula pasir, 200 liter minyak goreng, dan 40 kilogram tepung terigu.
“Ya, Alhamdulillah cukup membantu bagi kami yang usaha makanan catering kecil-kecilan di rumah,” ungkap Andi warga lainnya.
Harapan warga, ke depan harga sejumlah kebutuhan pokok khususnya beras ini dapat segera turun. Sehingga, warga mampu kembali memutar ekonominya. [rin/aje]






