Mojokerto (beritajatim.com) – Banyaknya manfaat tanaman kelor membuat Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau TP PKK Desa Balongmojo di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto mempunyai program One House One Kelor. Setiap rumah warga, wajib memiliki tanaman kelor minimal satu pohon sehingga tanaman kelor di desa tersebut tumbuh sumbur.
Program One House One Kelor dicetuskan TP PKK Desa Balongmojo sejak tahun 2020 lalu. Sehingga saat masuk desa yang terletak di jalur provinsi Surabaya – Madiun ini, banyak ditemukan tanaman kelor. Tidak hanya di rumah warga, namun tanaman yang mempunyai nama latin Moringa Oleifera ini juga banyak dijumpai di sepanjang jalan desa.
Ketua TP PKK Desa Balongmojo, Anik Anifah (41) mengatakan, program One House One Kelor merupakan program TP PKK Desa Balongmojo sejak tahun 2020 lalu. “Karena tanaman kelor ini banyak manfaat dan gizinya. Sehingga TP PKK Desa Balongmojo memiliki program One House One Kelor,” ungkapnya, Senin (30/1/2023).
Program One House One Kelor merupakan program dari Pokja III TP PKK Desa Balongmojo. Karena program di Pokja III terkait sandang, pangan dan papan. One House One Kelor yakni penanaman, satu rumah satu kelor atau gertak kelor (gerakan serentak penanaman kelor).
[berita-terkait number=”5″ tag=”PKK”]
“Kenapa kelor? Melihat manfaatnya sangat banyak sekali jadi kita berusaha untuk membuat program itu supaya bisa mencegah stunting, mendukung program Pemkab Mojokerto juga. Karena tanaman kelor juga bermanfaat untuk mencegah stunting (gagal tumbuh pada anak). Gizinya banyak,” katanya.
Masih kata Anik, tanaman kelor memiliki banyak manfaat dan gizi baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Tanaman kelor juga muda dimasak untuk menjadi makanan, bahkan minuman yang sehat dan bergizi. Seperti sayuran, teh, pudding bahkan pentol yang menjadi jajanan masyarakat Indonesia.
“Pertumbuhan tanaman kelor juga cepat, kalau tanahnya subur ya cepat tumbuh. Apalagi kalau sering dipanen, daunnya akan tumbuh terus dan hijau. Tapi kalau tidak pernah dipanen maka daunnya banyak yang kuning. Semakin sering diambil daunnya maka tanaman kelor semakin bagus,” katanya.
Menurutnya, tanamanya kelor sebelum adanya program One House One Kelor, di Desa Balongmojo banyak tumbuh tanaman kelor. Sehingga Pokja III TP PKK Desa Balongmojo mencari bibit, mulai dari warga yang memiliki tanaman kelor untuk membuat bibit dan disebar ke warga lain untuk ditanam di perkarangan rumah masing-masing.
“Warga di semua dusun yang memiliki tanaman kelor, kita minta bibitnya terus kita bagikan ke warga. Rumah warga di Desa Balongmojo ada sekitar 1.500 rumah, jika satu rumah ada satu tanaman kelor maka ada 1.500 tanaman kelor di sini. Belum lagi yang ada di sepanjang jalan desa karena di jalan desa juga ditanami kelor,” tuturnya.
“Tidak ada perawatan khusus, penyiraman dilakukan ya seperti tanaman biasa setiap hari. Tanaman kelor ini mudah penanamannya. Cukup batang ditancam di tanah, kalau tanahnya subur pasti tumbuh. Semakin sering diambil, semakin bagus. Kalau tidak diambil, daunnya malah kuning-kuning,” ujarnya.
Meski banyak tumbuh tanaman kelor di Desa Balongmojo, namun belum ada permintaan khusus untuk tanaman kelor ke Desa Balongmojo. Sehingga dimanfaatkan Pemerintah Desa (Pemdes) Balongmojo untuk menciptakan inovasi tanaman kelor dengan pentol karena selain banyak tanaman kelor, masyarakat juga banyak yang menjadi pengrajin pentol.
“Bisa dibuat sayur bening, dibuat teh, dibuat pudding, kripik kelor dan kita juga punya inovasi pentol kelor karena disini juga banyak pengrajin pentol. Pudding kelor juga kita buat untuk PMT balita dan lansia (Pemberian Makanan Tambahan) di Desa Balongmojo karena gizinya banyak. TP PKK terus mensosialisasikan karena program Bupati sekarang kan pencegahan stunting,” tegasnya.
Melansir Wikipedia, kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini dikenal dengan nama lain seperti limaran, moringa, ben-oil (dari minyak yang bisa diekstrak dari bijinya), drumstick (dari bentuk rumah benihnya yang panjang dan ramping).
Horseradish tree (dari bentuk akarnya yang mirip tanaman horseradish), dan malunggay di Filipina. Kelor adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun dan tahan kondisi panas ekstrim. Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan.
Tanaman ini umum digunakan untuk menjadi pangan dan obat di Indonesia. Biji kelor juga digunakan sebagai penjernih air skala kecil. Dilansir dari Food Data Central USDA, 100 gram daun kelor mengandung protein 9,4 g, karbohidrat 8,28 g, kalsium 185 mg, zat besi 4 mg, serat 2 g, magnesium 42 mg, fosfor 112 mg.
Potasium 337 mg, sodium 9 mg, zink 0,6 mg, mangan 1,06 mg, selenium 0,9 mcg, vitamin C 51,7 mg, vitamin B1 0,257 mg, vitamin B2 0,66 mg, vitamin B3 2,22 mg, vitamin B5 0,125 mg, vitamin B6 1,2 mg, vitamin A 7560 IU dan folat 40 mcg. Daun kelor juga rendah lemak dan tidak mengandung kolesterol berbahaya. [tin/kun]

![TP PKK Desa Balongmojo saat menanam daun kelor yang ada di jalan desa. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20230129-WA0063-1024x576.jpg)





