Olahraga

Madura United Minta Liga 1 2020 Dihentikan

Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC kembali mewacanakan agar kompetisi Liga 1 Musim 2020 dihentikan, sekaligus kembali memulai kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air untuk edisi 2021.

Hal tersebut disampaikan Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim menyikapi status kompetisi yang dijadwalkan kembali bergulir pada Februari 2021 mendatang. Padahal sebelumnya, PSSI sempat menginginkan kompetisi bergulir pada Oktober 2020 lalu.

Hanya saja hingga saat ini, kompetisi gagal bergulir akibat tidak adanya izin keramaian dari Polri, khususnya sebagai langkah antisipatif penyebaran Coronavirus Disiase 2019 alias Covid-19. Sehingga tidak ada klaster baru untuk dunia olahraga khususnya cabang sepakbola.

“Sejak awal kami sudah menyuarakan agar kompetisi musim 2020 dihentikan atau dianggap selesai, sehingga PSSI maupun PT LIB (Liga Indonesia Bersatu) sebagai regulator konpetisi lebih fokus untuk mempersiapkan kompetisi musim 2021,” kata Zia Ul Haq Abdurrahim, Selasa (22/12/2020) malam.

Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa Habib atau Zia juga menyampaikan pihaknya dengan lapang dada sangat menerima jika kompetisi musim ini diselesaikan. Terlebih saat ini mereka juga tengah fokus melakukan berbagai perbaikan infrastruktur penunjang demi masa depan sepakbola Madura.

“Seperti yang sudah kami sampaikan berulang-ulang, Madura United akan sangat legowo jika kompetisi Liga 1 2020 dinyatakan selesai. Karena fokus saat ini adalah melakukan pembenahan infrastruktur dan youth development yang sedang kami garap,” ungkapnya.

Dari itu pihaknya juga menyarankan agar PSSI maupun PT LIB juga lebih memilih fokus untuk memperbaiki kompetisi, dengan harapan agar pelaksanaan kompetisi berikutnya berlangsung lebih baik. “Semestinya saat ini menjadi momentum tepat bagi PSSI maupun PT LIB untuk berbenah, sehingga kompetisi kedepan lebih bagus lagi,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada kompetisi Liga 1 2020. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab baru menjalani tiga pertandingan berbeda. Tiga laga tersebut menorehkan catatan 4 poin berkat hasil sekali menang, sekali imhang dan sekali kalah, serta tertahan di posisi 8 klasemen.

Bahkan rencana PSSI untuk kembali menggulirkan kompetisi juga membuat manajemen bergerak cepat untuk memperbaiki berbagai kekurangan, sekalipun pada akhirnya kompetisi kembali gagal digelar dengan alasan tengah dalam kondisi pandemi Covid-19. [pin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar