Malang (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi industri pariwisata di Bali. Di tengah situasi tersebut, Olaf Purvis justru melihat peluang bisnis untuk menghadirkan solusi baru di bidang pre-order makanan.
“Saya sebelumnya pernah mendirikan perusahaan media. Kemudian pada saat pandemi Covid-19, kami mendirikan bukaPO,” ucap pria yang sudah menjadi entreprenuer selama 20 tahun ini.
Ia bercerita, pandemi telah merenggut pekerjaan dari banyak orang di Bali pada saat itu. Olaf akhirnya bertekad untuk mendirikan sebuah wadah yang menyatukan pelaku usaha pre-order makanan melalui bukaPO.
“bukaPO berdiri untuk membantu mereka yang kehilangan pekerjaan di Bali. Ekonomi disini kan sangat bergantung dengan pariwisata. Sedangkan banyak juga yang berjualan makanan dengan sistem pre-order. Tapi, kendala mereka adalah networknya tidak banyak,” kata Olaf.
Siapa sangka, di era yang serba digital ini, bukaPO masih menemui tantangan dalam menjaring pelaku usaha.
“Selama berdiri hampir 3 tahun bukaPO sudah memberikan pendapatan tambahan hampir 120 milliar kepada usaha mikro dan kecil.
Salah satu hal yang menjadi keunikan startup milik Olaf adalah, mitra bukaPO tidak dipusingkan dengan perencanaan hingga pengiriman makanan yang diurus secara mandiri.
“Nah dengan bergabung ke kita, mereka tidak perlu memusingkan langkah-langkah pre-order konvensional. Mereka hanya harus masak dan melakukan promosi. Bahan baku untuk home chef, kami yang supply,” ucap Olaf.
Di tengah tantangan yang ia hadapi, Olaf tetap semangat memberikan kontribusinya melalui bukaPO.
“Saya melihat impact-nya. Dampak sosialnya besar. Misal bulan ini kami berhasil memberikan pendapatan tambahan bagi usaha mikro sekian rupiah. Jadi kita lihat terus misal pendapatan mereka berapa, sampah makanan yang berhasil dikurangi berapa,” pungkasnya.
Olaf berpesan, anak-anak muda harus memiliki mental yang kuat dalam mendirikan usaha. Tidak mudah menyerah, meski situasi sedang buruk.
“Siap jatuh bangun. Anak muda harus lebih kuat. Mereka pintar, kreatif, tapi surviving spiritnya harus lebih tinggi. Kurangi sosial media juga, karena mendatangkan dua efek. Refreshing, atau tambah stres,” tutup Olaf.
=============
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






