Malang (beritajatim.com) – Ketika pandemi Covid-19 melanda, usaha pre-order makanan kerap menjadi solusi berbisnis di tengah ketidakpastian ekonomi.
Namun sering kali, pelaku usaha di bidang ini mengalami kesulitan untuk mendapat lebih banyak pelanggan.
Untuk mewadahi para pelaku usaha pre-order makanan, Olaf Purvis mendirikan startup e-commerce bukaPO.
“bukaPO adalah pre-order marketplace platform yang berbasis komunitas dan gotong royong. Jika konsumen membeli makanan dari platform kita, penjual akan dapat komisi,” tutur Olaf.
Olaf melihat dampak signifikan dari matinya pariwisata Pulau Dewata ketika pandemi berada di puncaknya.
“Karena waktu itu banyak sekali yang terdampak dengan Covid-19. Akhirnya mereka kehilangan pekerjaan. Banyak yang mulai menjual masakan, sistemnya buka pre-order. Tapi, kendala mereka adalah networknya tidak banyak. Disitulah bukaPO masuk,” pungkasnya.
Sudah tiga tahun berdiri, bukaPO kini tidak hanya beroperasi di Bali. Bagi pelanggan yang berada di wilayah Jawa Timur, bukaPO sudah bisa dinikmati di dua kota besar.
“Kita lokasinya di Bali, tapi sudah ekspansi ke Jawa Timur, yakni di Surabaya dan Sidoarjo. Tapi memang ada rencana masuk ke Malang, Gresik, dan Jember,” terang Olaf.
Dalam menentukan lokasi operasional yang cocok, Olaf dan timnya melakukan riset terlebih dahulu. Riset tersebut diperlukan, untuk melihat apakah pasar yang akan dimasuki bukaPO cocok untuk berkembang.
“Kita lihat potensi UMKM di wilayah yang sistem jualnya pre-order. Dengan sistem pre-order ini kan UMKM tidak ada resiko keuangan. Karena barang di-order dulu, baru mereka buat makanannya,” katanya.
Kini, bukaPO telah memiliki sekitar 3.500 mitra home chef yang tersebar di Bali dan Jawa Timur. Dengan bergabung bersama bukaPO, para mitra tidak perlu lagi mengurus segala aktivitas bisnis seorang diri. Selama berdiri bukaPO sudah menjual produk lebih dari 4 juta produk dan memberikan pendapatan hampir 120 milliar bagi usaha mikro dan kecil.
“Kalau kita berbicara home chef, biasanya ada banyak langkah yang mereka lalui. Mereka jualan melalui sosial media. Kemudian harus belanja bahan. Habis belanja mereka harus masak. Kemudian mengurus deliverynya. Kemudian merekap penjualan, sebelum akhirnya collecting payment,” jelas Olaf.
Selain itu, bahan baku usaha juga disediakan oleh bukaPO. “Nah dengan bergabung ke kita, mereka tidak perlu memusingkan itu semua. Mereka hanya harus masak dan melakukan promosi. Bahan baku untuk mitra, kami yang sediakan,” lanjutnya.
Ke depan, Olaf dan tim akan terus berinovasi menghadirkan fitur-fitur baru di bukaPO.
“Kita sedang mau ganti sistem. Kita sedang buat versi bukaPO.net yang masih web, tapi user merasa seperti sedang menggunakan aplikasi. Kemudian, juga kami akan membuka peluang B2B market. Jadi, homechef bisa supply makanan di kantor-kantor dan hotel, misalnya,” pungkas Olaf. (ted)
==================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






