Blitar (beritajatim.com) – Beredar video viral puluhan batu nisan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Glondong, Desa Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar dirusak orang tak dikenal.
Di video itu tampak nisan-nisan tersebut dalam kondisi patah. Sebagian kijing juga pecah.
Camat Kanigoro, Akan Erdiyanto membenarkan video tersebut. Dia menyatakan nisan di TPU di Kanigoro banyak yang rusak.
“Iya memang benar ada dugaan pengrusakan puluhan makam di tempat pemakaman umum lingkungan Glondong Desa Satreyan Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar,” kata Akan, Kamis (16/2/2023).
Akan menjelaskan, berdasarkan informasi yang dia terima, ada sekitar 56 batu nisan atau kijing yang dirusak oleh orang tidak dikenal.
“Informasi yang kami terima ada sekitar 56 batu nisan yang dirusak oleh orang tidak dikenal,” imbuhnya.
Kasus ini telah diserahkan ke pihak kepolisian resort Kanigoro Blitar. Hal itu dilakukan untuk mengungkap siapa pelaku perusakan makam umum tersebut.
“Kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Kanigoro untuk mengungkap siapa pelaku pengrusakan,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Blitar”]
Sementara itu, Kapolsek Kanigoro, AKP Tri Wahyudi saat dikonfirmasi oleh tim beritajatim.com juga membenarkan adanya peristiwa perusakan makam oleh orang tidak dikenal. Meski demikian, Tri enggan berkomentar banyak.
Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan aparat desa untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Iya memang benar tapi saat ini masih ditangani oleh pihak lingkungan,” jawabnya.
Tri menjelaskan saat ini pihak lingkungan tengah berkoordinasi mengenai peristiwa perusakan puluhan batu nisan tersebut.
“Saat ini pihak lingkungan masih berkoordinasi terkait kasus pengrusakan puluhan batu nisan tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut saat ditanya mengenai apakah sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk tidak memasang kijing di TPU Glondong, Tri mengaku belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut.
“Belum tahu, saya belum tahu soal itu. Ini masih Koordinasi mengenai hal itu,” pungkasnya. [owi/beq]






