Pasuruan (beritajatim.com) – Tongkat estafet kepemimpinan Partai Golkar di Kabupaten Pasuruan kini resmi berpindah tangan melalui mekanisme Musyawarah Daerah (Musda) ke-11. Nik Sugiarti ditetapkan sebagai ketua terpilih setelah mendapatkan dukungan luas dari para pemilik suara dalam forum yang digelar di Prigen.
Meski sempat terlihat canggung saat menghadapi sorotan media usai terpilih, sosok yang akrab disapa Mbak Ninik ini menegaskan kesiapannya mengemban amanah. Ia terpilih secara aklamasi dan bertekad segera merapatkan barisan internal guna memperkuat struktur partai di tingkat daerah.
“Saya berharap kepada seluruh kader Golkar Kabupaten Pasuruan untuk bisa kembali ke rumah Partai Golkar dan bersama-sama membangun partai,” ujar Nik Sugiarti, Kamis (29/1/2026).
Langkah awal yang akan diambil oleh kepemimpinan baru ini adalah menyusun komposisi kepengurusan yang solid untuk periode 2026–2031. Setelah struktur terbentuk, Nik berencana melakukan safari politik ke tingkat kecamatan guna memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput.
Target besar telah dicanangkan untuk menghadapi kontestasi politik ke depan, terutama dalam meningkatkan perolehan suara di parlemen. Nik optimistis, dengan mesin partai yang bergerak maksimal, perolehan kursi legislatif dapat melampaui capaian sebelumnya.
“Kami menargetkan untuk kursi di parlemen ke depan sebanyak delapan kursi,” tegas Nik saat memaparkan ambisi politik jangka pendeknya.
Terkait dinamika internal atau pihak yang sempat berseberangan, ia memilih pendekatan yang inklusif dan terbuka. Semboyan “Wani Kolaborasi” menjadi landasan utama bagi Nik untuk merangkul kembali seluruh elemen kader yang sempat berbeda pandangan.
“Di Partai Golkar, dinamika adalah hal yang biasa dan itu kami hormati. Kami akan mengajak semuanya kembali ke rumah besarnya,” pungkasnya. (ada/kun)






