Pamekasan (beritajatim.com) – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Pamekasan mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan agar lebih bijaksana dalam menentukan skala prioritas pembangunan, terutama di tengah situasi fiskal yang dinilai tidak menentu.
“Sebagai partai politik (parpol) dengan semangat restorasi, tentu kami berkepentingan untuk memastikan jalannya pemerintahan di kabupaten Pamekasan, tetap sesuai dengan visi misi ‘Pamekasan Bangkit’,” kata Ketua DPD Nasdem Pamekasan, Mustafa Afif, Senin (25/8/2025).
Menurutnya, sebagai parpol pengusung dan koalisi, Nasdem merasa memiliki tanggung jawab tidak hanya mendukung, tetapi juga mengingatkan agar seluruh program pemerintah benar-benar selaras dengan misi yang diusung, yakni berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Hal ini tentu harus selalu kita jaga sebagai upaya dan bagian untuk memastikan komitmen pembangunan di Pamekasan, harus dan wajib selalu pro rakyat. Sebab kami meyakini tidak mungkin pernah ada suatu kebangkitan ketika arah dan jalur pembangunan justru menafikan rakyat,” ungkap Mustafa.
Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan beragam isu yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir, di mana sejumlah masyarakat mempertanyakan prioritas program pemerintah daerah.
“Akhir-akhir ini banyak isu beredar yang mempertanyakan seputar program yang sudah dilakukan pemerintah, termasuk respon masyarakat atas apa yang kami dapatkan dari bawah, karena program yang sepertinya menyalahi asas prioritas,” jelasnya.
Mustafa menambahkan, sejumlah pemberitaan juga mempertanyakan progres program yang digagas, ditambah maraknya aksi demonstrasi yang muncul sebagai bagian dari proses demokrasi.
Politisi muda yang juga anggota DPRD Pamekasan itu menilai, masyarakat kini semakin cerdas dalam menyampaikan aspirasi maupun kritik. “Sejauh ini kami melakukan berbagai telaah hingga evaluasi mendalam terkait semua fakta yang terjadi, khususnya seputar progres pembangunan di Pamekasan,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika kondisi tersebut terus terjadi, taruhannya adalah kepercayaan rakyat, tidak hanya kepada pemerintah tetapi juga terhadap partai politik hingga tokoh masyarakat.
“Sebab kami meyakini jika kondisi ini terus terjadi taruhannya adalah kepercayaan rakyat, bukan hanya kepada pemerintah, tetapi juga kepada partai politik bahkan kepada tokoh dan rakyat secara umum yang selama ini ‘berdarah-darah’ dalam proses menjadikan Pamekasan sebagai kabupaten yang bangkit dan maju,” tegasnya.
Ia menekankan, pemerintah sebaiknya berhati-hati dalam menentukan prioritas pembangunan, terlebih ketika kondisi fiskal tidak baik-baik saja.
“Sangat penting juga bagi pemerintah agar tidak hanya melakukan sesuatu yang harus dilakukan, tetapi juga sesuatu yang tidak perlu dilakukan. Karena itu pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan skala prioritas pembangunan, utamanya di tengah situasi fiskal yang tidak baik-baik saja. Sehingga mengurangi tingkat centang perenang yang terjadi di bawah, karena rakyat merasa terabaikan,” jelas Mustafa.
“Oleh karena itu sekali lagi kami tekankan bahwa kebijakan itu harus selalu pro rakyat, sebab hanya bersama rakyatlah kami akan bersama-sama untuk terus berdiri sebagaimana visi misi dari partai,” pungkasnya. [pin/beq]






