Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo mengerahkan ratusan personel gabungan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Total ada 380 personel yang diterjunkan selama operasi berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Personel tersebut didominasi dari kepolisian dan diperkuat unsur TNI serta instansi terkait lainnya.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyampaikan, pengerahan ratusan personel itu merupakan bagian dari kesiapan pengamanan menjelang Idulfitri. Hal itu disampaikan saat apel gelar pasukan di depan Paseban Alun-Alun Ponorogo.
“Polres Ponorogo menerjunkan 380 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dilaksanakan mulai 13 sampai 25 Maret 2026,” kata AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Kamis (12/3/2026).
Dalam operasi tersebut, Polres Ponorogo juga mendirikan sejumlah pos untuk mendukung pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat. Setidaknya ada 6 pos yang disiapkan, terdiri dari dua pos pelayanan dan 4 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis. Pos-pos tersebut menjadi pusat pemantauan sekaligus layanan bagi pemudik.
“Untuk pos pelayanan ada dua, yakni di Alun-Alun Ponorogo dan Terminal Seloaji. Sedangkan pos pengamanan ada 4 yaitu Pos Pam 12.01, Pos Pam Mlilir, Pos Pam Ngebel, dan Pos Pam Dengok,” jelasnya.
Kapolres menambahkan, apel gelar pasukan digelar sebagai langkah memastikan kesiapan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Selain itu, pengecekan juga dilakukan terhadap kelengkapan sarana dan prasarana pendukung agar pelaksanaan pengamanan dapat berjalan maksimal selama masa mudik Lebaran.
“Apel gelar pasukan ini untuk memastikan kesiapan personel sekaligus mengecek sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan operasi,” ungkap AKBP Andin.
Dia menegaskan, tujuan utama Operasi Ketupat Semeru adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif selama periode Lebaran. Di sisi lain, operasi ini juga difokuskan untuk menjamin kelancaran arus mudik maupun arus balik yang diprediksi meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Tujuannya menjaga kamtibmas agar tetap kondusif serta menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran,” katanya.
Selain menyiapkan personel dan pos pengamanan, Polres Ponorogo juga telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi rawan bencana maupun rawan kemacetan. Pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat jika terjadi gangguan di lapangan.
“Untuk lokasi rawan bencana misalnya di jalur Ponorogo–Trenggalek tepatnya wilayah Sawoo dan Tugu, serta jalur Slahung–Pacitan,” terang AKBP Andin.
Sementara itu, titik rawan kemacetan diperkirakan terjadi di kawasan Mlilir yang merupakan perbatasan Ponorogo dengan Madiun. Selain itu, kepadatan lalu lintas juga berpotensi terjadi di sekitar Alun-Alun Ponorogo yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran. Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan darurat jika mengalami kendala selama perjalanan mudik.
“Masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan 110 jika membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan,” pungkas AKBP Andin Wisnu Sudibyo. (end/ian)






