Ponorogo (beritajatim.com) – Anak berkebutuhan khusus (ABK) di Ponorogo mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan layanan pendidikan. Memang lembaga pendidikan untuk mereka, tidak sama dengan anak normal lainnya. AKB biasanya menuntut ilmu di sekolah luar biasa (SLB). Di bumi reyog masih sedikit dijumpai sekolah untuk AKB ini. Data dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Ponorogo-Magetan mencatat hanya ada 6 SLB di Ponorogo. Itupun yang berstatus negeri hanya 2 sekolah, sisanya merupakan sekolah swasta.
“Sekolah untuk ABK di Ponorogo masih sedikit, hanya 2 SLB Negeri dan 4 SLB swasta,” kata Kasi SMA, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Cabdindik wilayah Ponorogo-Magetan, Eko Budi Santoso, Selasa (8/2/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Melihat geografis dan keadaan ABK di Ponorogo, Eko menyebut jika jumlah SLB di Ponorogo masih kurang. Idelanya, di setiap masing-masing kecamatan ada SLB-nya. Namun, untuk mencapai itu masih jauh panggang dari api. Paling tidak ada 10 SLB, yang nantinya bisa mengakomodir siswa ABK di beberapa wilayah di Ponorogo. Rencananya, tahun ini pihaknya akan menambah satu lagi SLB negeri di Ponorogo. Lokasi yang dipilih pun di Ponorogo bagian selatan.
“Kita sudah lakukan pengajuan proposalnya,” katanya.
Eko menambahkan bahwa pihaknya kini masih melihat lokasi tanah yang ideal untuk dibangun SLB negeri tersebut. Dirinya sedang melihat-lihat tanah aset milik Provinsi Jatim di daerah Kecamatan Slahung atau di Kecamatan Balong.
“Kami juga mengharap dukungan dari masyarakat atau pemerintah daerah terkait lokasi ini. Mudah-mudahan ada tanah yang ideal untuk di bangun SLB Ndi wilayah Ponorogo bagian selatan,” pungkasnya. [end/but]






