Tulungagung (beritajatim.com) – Lapas Kelas IIB Tulungagung menyelenggarakan agenda buka puasa bersama bagi warga binaan dan keluarganya guna memperkuat dukungan emosional selama bulan suci Ramadan pada Selasa (3/3/2026). Agenda tahunan ini menjadi wadah bagi penghuni lapas untuk melepas rindu sekaligus merasakan kehangatan suasana rumah meski dalam durasi yang dibatasi oleh aturan protokol keamanan.
Suasana haru menyelimuti momen ketika setiap warga binaan berkesempatan menyantap hidangan buka puasa bersama orang-orang tercinta. Meski berlangsung dalam kesederhanaan di balik jeruji besi, raut kebahagiaan tampak jelas pada wajah mereka yang sangat menikmati setiap detik kebersamaan tersebut.
Kasi Bimbingan Narapidana, Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik Giatja) Lapas Kelas IIB Tulungagung, Rizzal Arbi Fanani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dijadwalkan sebanyak dua kali selama bulan suci tahun ini. Program yang telah dirintis sejak Ramadan tahun lalu ini diprioritaskan untuk menjaga stabilitas psikologis para warga binaan.
“Kegiatan buka bersama bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan memberikan dukungan emosional antara keluarga dengan warga binaan,” ujar Rizzal Arbi Fanani saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Pihak Lapas memberikan keleluasaan bagi keluarga untuk membawa makanan kesukaan warga binaan dari rumah. Kendati demikian, standar operasional prosedur tetap diberlakukan secara ketat guna menjamin sterilitas area lapas dari barang-barang terlarang yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
“Sebelum masuk ke dalam Lapas, petugas akan melakukan pemeriksaan dan penggeledahan barang dan badan. Tujuannya untuk melakukan mitigasi resiko agar tidak ada barang terlarang masuk ke Lapas,” tegas Rizzal mengenai prosedur pemeriksaan makanan dan pengunjung.
Secara teknis, setiap warga binaan diperbolehkan dikunjungi oleh maksimal empat orang anggota keluarga inti. Pada kesempatan kali ini, tercatat sebanyak 110 keluarga hadir untuk mengikuti sesi buka puasa bersama yang difasilitasi oleh jajaran Kemenkumham Jawa Timur tersebut.
Melalui pendekatan yang lebih humanis, pihak Lapas berharap interaksi ini dapat memotivasi warga binaan untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik hingga masa pidana berakhir. Dukungan keluarga dinilai menjadi faktor krusial dalam proses reintegrasi sosial mereka nantinya.
“Kegiatan buka bersama keluarga dengan warga binaan, diharapkan bisa menjadi momen indah dalam bulan Ramadan,” pungkasnya. [nm/ian]






