Pasuruan (beritajatim.com) – Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan langganan banjir tiap tahun, dampak pintu air rusak. Sayangnya, sampai saat ini kerusakan pintu air tersebut tidak juga diperbaiki.
Ketua RW 02 Kelurahan Kalianyar, Munir menerangkan, banjir terjadi akibat air kiriman dari Sungai Kedunglarangan sudah tidak mampu ditampung di pintu air Bekacak. Akibatnya, air meluap dan masuk ke pemukiman warga.
“Pokoknya kalau di dam Bekacak itu sudah sampai ketinggian 160 centimeter pasti di sini banjir. Kalau sudah banjir, ketinggian airnya sampai 30 centimeter sampai 100 centimeter,” jelas Munir, ditulis Rabu (22/2/2023).

Munir juga mengatakan di dam Bekacak, pintu pembuangan air yang terbuat dari kayu sudah mulai rusak. Sayangnya, sampai saat ini upaya perbaikan dari pemerintah daerah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Pasuruan”]
Sementara, salah satu warga Kelurahan Kalianyar, Rusdi Sutedja juga mengatakan lingkungannya menjadi langganan banjir tiap tahun. Namun saat banjir, pemerintah daerah tak segera turun tangan membantu warganya.
“Kalau banjir, aktivitas warga juga terhambat. Mau beli makan susah, mau pergi ke rumah sakit juga susah. Minimal ada petugas terkait yang terjun untuk membantu perahu karet untuk mempermudah warga,” jelas Rusdi.
Rusdi juga menambahkan, Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan sendiri tidak pernah memberikan bantuan makanan kepada warga. Warga yang terkena penyakit kulit sendiri juga tidak diberi obat-obatan. [ada/beq]






