Ponorogo (beritajatim.com) – Miris. Mungkin itu kata yang tepat, usai mengetahui alasan pelaku yang masih dibawah umur, melakukan aksi begal payudara di Ponorogo.
Di hadapan penyidik Satreskrim Polres Ponorogo, pelaku anak berhadapan dengan hukum (ABH) itu, mengaku hanya iseng. Tentu itu sungguh miris, tak kala korbannya yang merupakan perempuan, bisa saja mengalami ketakutan dan trauma atas kejadian mencolek bagian sensitif korban, hanya karena iseng.
“Pengakuan pelaku hanya iseng,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Ryo Perdana, Selasa (27/02/2024).
Saat ditanya, apakah pelaku mempunyai kelainan seksual, Ryo mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman. Pihaknya juga tidak serta merta mempercayai alasan pelaku, melakukan tindak begal payudara itu, hanya karena iseng.
“Kita masih terus melakukan pendalaman,” kata mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya itu.
Selain alasan karena iseng, ternyata pelaku tidak sekali ini melakukan aksi begal payudara. Sebelumnya, sekitar 1 bulan lebih, pelaku juga melancarkan aksi yang sama di jalanan di Kecamatan Slahung. Sementara untuk kejadian Sabtu (24/2) malam lalu, pelaku beraksi di jalanan Kecamatan Balong.
“Pengakuan pelaku lagi, aksi ini sudah yang kedua kalinya. Pertama dulu, di jalanan Kecamatan Slahung. Sementara aksi yang kedua ini di Kecamatan Balong,” katanya.
Pelaku melancarkan aksi di jalanan yang gelap dan minim penerangan. Saat di jalanan gelap itu pelaku memepet korbannya yang biasa juga sendirian dalam berkendara sepeda motor. Saat sudah mepet itulah, pelaku mencolek bagian sensitif korban itu.
“Di jalanan gelap, pelaku memepet korbannya dan barulah melakukan aksi tak terpuji itu,” kata Ryo.
Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap pelaku bekal payudara yang beraksi di jalanan Kabupaten Ponorogo. Pelaku beraksi pada Sabtu (24/2/2023) malam, menyasar target perempuan yang berkendara pada malam hari di jalanan gelap di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, masuk Kecamatan Balong.
Korban merupakan warga Desa Nailan berinisial S (20). Saat kejadian, korban yang sedang pulang dari main itu, pulang dengan menggunakan sepeda motor sendirian. Saat berada di jalanan gelap di Kecamatan Balong, sepeda motor korban dipepet oleh pelaku. Nah, pada saat itulah, pelaku langsung melecehkan korban dengan mencolek bagian sensitifnya.
“Usai kejadian itu, korban langsung lapor polisi. Tim resmob pun langsung melakukan pengejaran saat malam itu juga,” pungkas Ryo. (ted)






