Ponorogo (beritajatim.com) – Mbok Yem, pemilik warung legendaris di puncak Gunung Lawu masih terbaring sakit di ruang Multazam Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo.
Namun, meski begitu, warung yang merupakan warung tertinggi di Indonesia itu masih tetap buka. Warung tersebut masih bisa melakukan pelayanan bagi para pendaki yang berada di Gunung Lawu. Sebab, masih ada 2 karyawan Mbok Yem yang bertahan di warung tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh anak kedua Mbok Yem, Saelan. Menurutnya, saat ini di warung ada 2 orang yang menjaga sekaligus melayani pendaki Gunung Lawu yang membeli di warung yang buka sejak tahun 1983 tersebut.
“Masih ada yang nunggu di warung, sehingga ya masih buka,” kata anak kedua Mbok Yem tersebut, ditulis Rabu (12/3/2025).
Saelan menjelaskan bahwa 2 karyawan Mbok Yem yang menunggu di warung ialah Muis dari Kediri dan Jarwo dari Maospati Magetan. Ia mengungkapkan mereka sudah bertahun-tahun jadi karyawan Mbok Yem sejak bertahun-tahun. Bahkan, untuk Muis sudah bekerja dengan Mbok Yem sejak masih perjaka, hingga kini sudah berkeluarga dan mempunyai 2 anak.
“Mas Muis itu ikut simbok saat masih jejaka hingga kini sudah mempunyai 2 anak. Ya keluarganya itu berada di Kediri,” katanya.
Saelan menambahkan meski saat ini sedang dalam keadaan sakit, Mbok Yem mengisyaratkan belum akan pensiun untuk buka warung di puncak Gunung Lawu. Pasalnya, setelah sembuh nanti, Mbok Yem masih akan pergi ke puncak Gunung Lawu untuk menunggu warungnya. Sebenarnya, kata Saelan anak-anaknya sudah melarang dan menyuruh Mbok Yem untuk menetap saja di rumah, namun Mbok Yem tidak mau.
“Simbok pokoknya kalau bisa ya kerja sendiri, tidak mau di rumah, pengen naik ke atas (puncak Gunung Lawu-red). Ya keluarga sebenarnya khawatir, bagaimana kalau di atas hujan dan ada badai atau petir, anak-anaknya yang di bawah ketar-ketir sih,” tutupnya.
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Mbok Yem turun gunung. Setibanya di rumah di Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan, Mbok Yem langsung dilarikan ke rumah sakit umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo. Sebab, Mbok Yem mengeluhkan sesak nafas. Hingga kini, Mbok Yem masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. [end/aje]






