Surabaya (beritajatim.com)- Masa liburan sering dinanti sebagai waktu untuk beristirahat dari rutinitas dan menikmati momen menyenangkan. Namun, setelah liburan usai dan aktivitas kembali berjalan normal, tidak sedikit orang justru merasa hampa, murung, atau kehilangan semangat. Alih-alih merasa segar, perasaan kosong ini kerap muncul secara tiba-tiba.
Kondisi tersebut dikenal dengan istilah “holiday blues”.
Perasaan ini sering kali dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi suasana hati dan produktivitas jika tidak dipahami dengan baik. Mengenali holiday blues menjadi langkah awal agar masa transisi setelah liburan dapat dijalani dengan lebih sehat.
Apa Itu Holiday Blues?
Holiday blues merupakan kondisi emosional yang muncul setelah masa liburan atau perayaan berakhir. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih, kosong, atau kurang berenergi saat kembali menjalani rutinitas sehari-hari. Holiday blues bukan gangguan mental serius, melainkan respons emosional yang wajar terhadap perubahan suasana dan aktivitas.
Tanda dan Gejala yang Sering Muncul
Gejala holiday blues dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa tanda yang umum dirasakan antara lain mudah lelah, sulit fokus, perubahan suasana hati, hingga menurunnya motivasi untuk beraktivitas. Sebagian orang juga merasa enggan memulai hari atau kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya menyenangkan.
Penyebab Holiday Blues Setelah Liburan
Ada berbagai faktor yang dapat memicu holiday blues. Perubahan rutinitas yang mendadak dari suasana santai ke aktivitas padat menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, ekspektasi liburan yang terlalu tinggi, kelelahan fisik selama liburan, serta tekanan pekerjaan atau studi yang menanti setelah liburan turut berkontribusi terhadap munculnya perasaan tidak nyaman ini.
Siapa yang Rentan Mengalami Holiday Blues?
Holiday blues dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Mereka yang memiliki beban tanggung jawab tinggi atau merasa kesepian setelah momen kebersamaan berakhir cenderung lebih rentan mengalaminya. Meski demikian, kondisi ini tidak berkaitan dengan usia atau latar belakang tertentu.
Cara Mengatasi Holiday Blues Secara Sederhana
Untuk mengatasi holiday blues, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Mengatur kembali rutinitas secara bertahap, menjaga pola tidur yang teratur, serta meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai dapat membantu memperbaiki suasana hati. Menjaga komunikasi dengan keluarga atau teman juga penting agar perasaan tidak dipendam sendiri.
Kapan Perlu Mencari Bantuan Profesional?
Holiday blues umumnya bersifat sementara dan akan mereda seiring waktu. Namun, jika perasaan sedih atau hampa berlangsung lama, semakin intens, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional seperti konselor atau psikolog merupakan langkah yang bijak. Bantuan profesional dapat membantu memahami kondisi emosional secara lebih mendalam.
Merasa kosong setelah liburan merupakan hal yang cukup umum terjadi. Dengan mengenali holiday blues, memahami penyebabnya, serta menerapkan cara mengatasinya, proses kembali ke rutinitas dapat dijalani dengan lebih ringan. Menjaga kesehatan mental menjadi hal penting agar keseimbangan hidup tetap terjaga, bahkan setelah momen liburan berakhir. [Nazala Habibah Fathyadin]






