Jember (beritajatim.com) – Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah Maman Abdurrahman mengawali acara bincang-bincang yang digelar UKM-IKM Nusantara Jawa Timur dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jember di auditorium Bank Jatim, Kabupaten Jember, Sabtu (5/7/2025), dengan seloroh.
“Saya ini kalau sekarang mau ngomong ibu-ibu atau ini agak hati-hati. Lagi banyak yang sayang dan kangen sama saya. Jadi seluruh Indonesia lagi sayang banget sama saya,” kata Maman, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
“Kalau kata orang inilah bentuk rasa sayang dan rasa cintanya rakyat Indonesia kepada pemerintahnya. Jadi mereka berkepentingan untuk melakukan kontrol terhadap apa yang dilakukan oleh pejabat publiknya. Jadi bagi saya saya melihatnya dalam perspektif itu saja,” kata Maman.
Maman tak menjelaskan rinci maksudnya. Namun hadirin mafhum, dia tengah menyinggung viralnya surat berkop Kementerian UMKM tertanggal 30 Juni 2025, yang berisi permintaan kepada lima Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan satu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk mendukung acara istri Maman, Agustina Hastarini, di Eropa.
“Insyaallah sampai hari ini kami masih mengedepankan prinsip mana yang hak dan mana yang bukan hak. Dan insyaallah apapun yang kita lakukan tentunya Di Atas yang paling tahu,” kata Maman.
Lebih lanjut, Maman memuji Hipmi yang sudah menyadari penumbuhkembangan UMKM adalah bagian dari program dan tanggung jawab keorganisasian ke depan. Namun, ia mengingatkan Hipmi untuk tidak terjebak menghabiskan energi dalam dinamika organisasi.
“Akhirnya esensi nilai dari Hipmi sebagai sebuah organisasi yang bisa men-generate atau meng-engineer atau mendorong ekonomi pergerakan di daerah dengan cara membuka peluang-peluang usaha di daerahnya menjadi hilang,” kata politisi Partai Golkar ini.
Maman tidak ingin dinamika internal Hipmi justru menjauhkan organisasi dari UMKM. “Yang kita mau hari ini adalah Hipmi sebagai organisasi kepemudaan yang bergerak di sektor usaha, bisa menjadi inspirasi, mampu menjadi pemeluk, mampu bergandengan tangan dengan ibu para pengusaha UMKM di seluruh Indonesia,” katanya.
Dari sini, lanjut Maman, lahir kolaborasi dan sinergi positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung pengusaha sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. “Ini yang mau kita dorong dan harapkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf mengatakan, separuh dari 2.800 anggota Hipmi bergerak di sektor UMKM. Mereka menghadapi kendala akses perizinan, masalah pembiayaan, dan akses pasar.
“Kami penggerak UMKM dan kami siap naik kelas menyukseskan ekonomi Jawa Timur. Insyaallah kami meyakini bahwa UMKM di Jawa Timur akan naik kelas, dan bisa menjadi pengusaha-pengusaha handal yang bisa diandalkan oleh Jawa Timur dan nasional,” katanya. [wir]






