Surabaya (beritajatim.com)– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja ke Surabaya pada hari ini untuk memastikan kesiapan sektor energi dalam menyambut arus mudik Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M.
Kunjungan dimulai dari pangkalan elpiji di Karah – Surabaya, dilanjutkan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 51.601.77 di Jalan Dr. Soetomo, Surabaya, guna menggaransi kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual kepada masyarakat.
Dalam kunjungannya, Menteri ESDM didampingi oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Erika Retnowati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, dan Pejabat Tugas Harian (PTH) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra. Kehadiran para petinggi sektor energi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan kelancaran dan keamanan pasokan energi selama periode mudik.
Di hadapan awak media dan konsumen SPBU, Menteri Bahlil menegaskan bahwa kualitas BBM yang dijual oleh Pertamina telah terjamin dan sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).
“Kami mengecek hampir semua wilayah untuk membuktikan bahwa kualitas BBM yang dijual kepada masyarakat sesuai dengan standar dari Dirjen Migas. Ini penting agar masyarakat mendapatkan bahan bakar yang berkualitas tanpa ada kekhawatiran terkait harga dan mutu,” ujar Bahlil dengan nada mantap.
Lebih lanjut, Menteri Bahlil menekankan bahwa standar kualitas BBM dengan kadar oktan RON 90 (Pertalite), RON 92 (Pertamax), dan RON 98 (Pertamax Turbo) yang dipasarkan oleh Pertamina adalah seragam di seluruh wilayah Indonesia. “Kami memastikan bahwa apa yang dijual ke rakyat dengan harga yang ditetapkan itu benar-benar memiliki kualitas yang sesuai. Tidak ada perbedaan standar, semuanya seragam sesuai dengan spesifikasi Dirjen Migas,” imbuhnya.

Selain fokus pada kualitas, Menteri ESDM juga memberikan kabar gembira mengenai ketersediaan stok BBM nasional. Ia memastikan bahwa stok BBM saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman, mampu mencukupi kebutuhan selama 18 hingga 21 hari ke depan.
“Stok BBM nasional saat ini cukup untuk 18 hingga 21 hari. Masyarakat tidak perlu khawatir, khususnya menjelang mudik Lebaran. Jawa Timur, yang disuplai dari Terminal BBM Tuban, juga dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Kunjungan Menteri ESDM ke SPBU Dr. Soetomo juga memberikan kesempatan bagi beberapa konsumen untuk berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan produk BBM Pertamina. Firdaus, seorang pengguna setia Pertamax, mengungkapkan kepuasannya terhadap performa BBM tersebut.
“Selama ini saya menggunakan Pertamax karena merasa tarikan kendaraannya lebih enak dan terasa performa mesinnya,” tuturnya.
Senada dengan Firdaus, Bayu, pengguna Pertamax Green 95, menyampaikan bahwa nilai oktan yang lebih tinggi pada BBM tersebut membuat konsumsi bahan bakar kendaraannya lebih stabil, sehingga pengeluaran bulanannya menjadi lebih terkontrol.
“Nilai oktan yang lebih tinggi membuat konsumsi bahan bakar lebih stabil, sehingga pengeluaran bulanannya lebih terkontrol,” ungkap Bayu.
Sementara itu, Didi, yang setia menggunakan Pertamax Turbo, menilai bahwa bahan bakar dengan oktan tertinggi dari Pertamina ini lebih irit dan membuat mesin kendaraannya lebih responsif. “Saya sudah lama menggunakan Pertamax Turbo karena performa mesinnya lebih baik. Harapan saya, Pertamina terus menjaga kualitas produknya dan meningkatkan pelayanannya,” harap Didi.
PTH Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, yang turut mendampingi Menteri ESDM dalam peninjauan tersebut, menegaskan komitmen dan kesiapan Pertamina Patra Niaga dalam menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran di seluruh Indonesia. Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan pemudik terpenuhi.
“Untuk memastikan kelancaran distribusi BBM selama musim mudik, Pertamina Patra Niaga secara nasional telah menyiapkan 1.832 SPBU Siaga yang akan beroperasi selama 24 jam. Selain itu, kami juga menyiagakan 57 unit Kiosk Pertamina Siaga atau SPBU Modular di lokasi-lokasi yang tidak memiliki SPBU permanen, serta 200 unit Pertamina Delivery Service (PDS) yang siap melayani kebutuhan pemudik, terutama di jalur tol dan non-tol yang rawan kemacetan. Sebagai langkah antisipasi tambahan, mobil tangki standby juga telah disiagakan sebagai SPBU Kantong atau cadangan suplai BBM,” papar Mars Ega.
Lebih lanjut, Mars Ega menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga juga memberikan berbagai promo menarik selama periode mudik Lebaran sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan diharapkan dapat membuat perjalanan mudik semakin nyaman. “Kami memberikan beragam promo mulai dari promo potongan harga lebih hemat Rp300,- untuk Pertamax series dan Dex Series setiap hari Senin dan Jumat dengan menggunakan aplikasi MyPertamina maupun promo yang dapat dinikmati di Serambi MyPertamina bagi para pemudik,” jelasnya.
Dengan adanya inspeksi langsung dari Menteri ESDM dan pengawasan berkelanjutan dari Lemigas, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas BBM yang beredar di pasaran akan semakin meningkat. Pemerintah dan Pertamina terus menunjukkan komitmennya untuk menyediakan BBM berkualitas demi kenyamanan dan keamanan berkendara masyarakat Indonesia, terutama selama periode mudik Lebaran yang krusial.
Kesiapan Sektor Energi Jawa Timur Menjelang Mudik Lebaran
Dalam sesi konferensi pers usai peninjauan SPBU, Menteri Bahlil menyampaikan rangkuman hasil kunjungan kerjanya di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa seluruh tim telah melakukan peninjauan lapangan secara komprehensif, melanjutkan rangkaian peninjauan yang telah dilakukan di Sulawesi Tenggara, Kalimantan, dan Sumatera.
Menteri Bahlil menyampaikan beberapa poin utama terkait kesiapan sektor energi di Jawa Timur:
Pertama, Ketersediaan BBM: Menteri Bahlil memastikan bahwa ketersediaan BBM, baik RON 90, RON 92, maupun Pertamax Turbo, untuk wilayah Jawa Timur berada dalam kondisi aman dengan cadangan yang cukup untuk 15 hari ke depan. Hal ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Kedua, Ketersediaan LPG: Kabar baik juga disampaikan terkait ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Menteri Bahlil menyatakan bahwa stok LPG di Jawa Timur juga aman, dengan cadangan yang mampu mencukupi kebutuhan hingga 23 hari. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa harga LPG 3 kg di tingkat Harga Eceran Tertinggi (HET) adalah Rp18.000 per tabung dengan berat isi 8 kilogram (jika ada isinya) atau 5 kilogram (jika kosong). Menteri Bahlil juga memberikan peringatan tegas kepada pihak-pihak yang mencoba bermain-main dengan harga dan pasokan LPG.
“Saya ingin menyatakan bahwa, untuk menyangkut LPG kalau masih ada yang main-main kita proses secara aturan, kita proses secara hukum. Kita minta penegak hukum untuk melakukan tindakan keras terutama para oplosan oplosan,” tegasnya.
Ketiga, Ketersediaan Avtur: Menteri Bahlil juga memastikan ketersediaan bahan bakar pesawat (avtur) untuk wilayah Jawa Timur serta wilayah jangkauan seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman dan tidak ada isu kekurangan pasokan.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang menggunakan kompor gas untuk memastikan kompor dan tabung LPG dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Kalau katakan lah masih masak air, setrika tiba tiba terbakar kita sudah sampai di kampung nah itu. Makanya harus di cek betul. Termasuk juga saudara saudara kita yang masak perhatikan kompor gas nya, LPG nya. Jangan sampai mau cepat cepat pulang lupa kontrol kompor LPG. Itu berdampak yang kurang bagus nanti,” tambahnya.
Menteri Bahlil menegaskan bahwa pemerintah, melalui PLN dan Pertamina, akan terus melakukan peninjauan dan pemantauan untuk memastikan ketersediaan energi dan keamanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.
“Ini yang saya imbau dan kami bersama PLN dan Pertamina akan terus melakukan peninjauan untuk memastikan kepada saudara saudara kami yaitu BBM maupun listrik tersedia dengan baik dan bisa menjalankan hari raya dengan senyuman,” pungkasnya.
Di akhir pernyataannya, Menteri Bahlil kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas BBM yang dibeli oleh konsumen.
“Sekian. Saya ingin memastikan dan menjamin bahwa kualitas BBM yang dibeli oleh konsumen Insya Allah tidak ada lagi keraguan karena di tes terus setiap hari. Dan kami meminta RON 90 92 dan turbo di cek terus kualitasnya agar terjamin dan tidak ada keraguan,” tutup Menteri Bahlil.
Kunjungan kerja Menteri ESDM ke Surabaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri, dengan jaminan pasokan energi yang stabil dan berkualitas. Pemerintah dan seluruh pihak terkait terus berupaya maksimal untuk memastikan kelancaran arus mudik dan perayaan hari raya.[rea]






