Gresik (beritajatim.com)– Industri penyedia komponen dan perlengkapan alat berat nasional mencatatkan pencapaian baru. PT Tiberman Group secara resmi menggelar peresmian pusat logistik berikat (gudang baru) sekaligus memamerkan ban giant raksasa berdiameter lebih dari 3 meter dengan bobot fantastis mencapai hampir 3 ton.
Pameran ban berukuran ekstrem tipe 59/80 R57 tersebut menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara peresmian dan penganugerahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) yang digelar perusahaan.
Tak hanya unggul dalam dimensi yang masif untuk kebutuhan kendaraan operasional tambang kelas berat, PT Tiberman Group yang berlokasi di Jalan Raya Bungah Km 37 Abar-Abir Desa Kisik, Gresik, mencatatkan dua rekor MURI sekaligus.
Perusahaan tersebut, diakui sebagai pihak pertama di Indonesia yang menerapkan ukiran motif batik serta menyematkan kata-kata mutiara secara khusus pada bagian telapak ban (tread).
CEO Tiberman Group Andy Gunawan menuturkan, pengangkatan motif batik pada telapak ban merupakan bentuk penghormatan tinggi terhadap warisan budaya Indonesia, sekaligus memberikan identitas khas lokal pada produk alat berat.
“Kami sangat menghargai budaya Indonesia, dan budaya itu kami terapkan dalam identitas ban kita supaya mempunyai rasa Indonesia. Di samping itu, ini menunjukkan kemampuan teknologi kami dalam memproduksi serta mengkustomisasi ban sesuai kebutuhan spesifik pelanggan,” tuturnya, Rabu (22/7/2026).
Saat ini perusahaan berskala nasional in arah pemasarannya difokuskan di Sumatra hingga Papua gun melayani kebutuhan pasar dalam negeri dengan memiliki 15 jaringan cabang.
Langkah itu diambil untuk memastikan kesiapan pasokan serta layanan purna jual bagi perusahaan-perusahaan skala besar di sektor pertambangan, dan konstruksi nasional yang membutuhkan spesifikasi ban khusus.
Selain menjual unit produk, Tiberman Group menawarkan solusi layanan terpadu (full service package). Mengingat karakter medan dan kebutuhan tiap konsumen berbeda, perusahaan melakukan penyesuaian teknis secara khusus demi menjamin efisiensi serta daya tahan pemakaian ban.
“Kami juga memiliki ban khusus diperuntukkan di area tambang yang ekstrem mampu beroperasi dari 4.000 jam kerja,” pungkas Andy Gunawan.
Kepala Bea dan Cukai Gresik Asep Munandar mengatakan, gudang di Gresik menerima fasilitas berikat dari Bea Cukai difungsikan sebagai pusat memenuhi kebutuhan ban di industri skala berat.
“Gudang Tiberman di Gresik diberi fasilitas berikat bisa menampung ban-ban impor selama tiga tahun sebelum didistribusikan ke industri,” katanya.
Ia menambahkan, dengan adanya fasilitas ini diharapkan bisa mendorong serta mempercepat sektor industri lainnya di tanah air.
“Kami berharap adanya fasilitas dari Bea dan Cukai pelaku industri tak lagi bingung atau menunggu lama,” imbuhnya. (dny/ted)






