Ngawi (beritajatim.com) – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tegaskan siapa saja tak boleh main-main dengan beras. Hal itu disampaikan Syahrul saat meninjau lokasi panen raya yang rencananya bakal dihadiri Presiden Joko Widodo di area sawah masuk Desa Kartoharjo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (8/3/2023) pukul 12.52 WIB.
Harga beras yang belakangan naik disebabkan beberapa hal. Pihaknya selalu hand to hand dengan kementerian perdagangan dan badan urusan logistik (Bulog) untuk menekan harga yang dinamis.
Pihaknya juga selalu menghimpun laporan dari kepala daerah baik bupati, wali kota, dan gubernur. Bahkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) juga diminta melaporkan perkembangan di lapangan.
“Data dan laporan para bupati, gubernur, bahkan PPL kepada kami. Yah kita ga boleh main-main dengan beras ya. Kelihatannya sudah aman, khususnya mendekati Ramadhan,” kata Syahrul.

Dia mengklaim jika ketersediaan pangan menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri dipastikan aman.Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu juga menjelaskan jika produktivitas padi sesuai dengan data badan pusat statistik juga bagus.
Meski musim hujan masih menjadi tantangan. Gabah yangs udah dipanen pasti terkendala pengeringan saat musim hujan seperti saat ini. Pun, oengeringan memberikan pengaruh juga pada rendemen. “Pelan-pelan akan menyesuaikan dengan alam lagi ini,” lanjutnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”beras”]
“Tapi biasanya memang menjelang Ramadhan dan Idul Fitri kan semuanya begitu. Bukan barang baru. Harga dipengaruhi oleh banyak hal, makanya kami hand to hand dengan Kemendag dan Bulog. Kami mengharap agar pergerakannya normal, ” katanya.
Pun, setelah meninjau lokasi, Syahrul bertolak ke lokasi lain yakni di area sawah di Desa Jururejo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi. [fiq/but]






