Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy turut angkat bicara terkait penyakit gagal ginjal akut pada anak. Ada dugaan bahan baku obat-obatan sirup berasal dari impor.
Menurut Muhadjir, selain Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga perlu dilibatkan dalam pengawasan obat bahan baku impor, untuk obat-obatan dan makanan.
“Jadi tidak bisa hanya Kemendag,” kata Muhadjir usai menghadiri Wisuda ke-48 Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Sabtu (29/10/2022).
Menurutnya, BPOM harus uji petik setiap produksi dari pabrik per batch tidak bisa disetujui hanya dalam sekali uji. Karena di setiap batch bisa jadi menggunakan bahan baku yang berbeda.
Untuk saat ini, pencegahan dilakukan sesuai instruksi presiden dengan segera menarik dan menghentikan peredaran obat sirup yang terbukti menyebabkan gangguan ginjal akut pada anak.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gagal-ginjal-akut”]
“Ada kabinet terbatas, ada arahan obat terutama sirup yang di dalamnya mengandung empat bahan penolong harus ditarik semua tidak boleh diedarkan. Kemudian untuk yang tidak mengandung 3 sampai 4 bahan penolong harus diumumkan di masyarakat,” ujarnya.
Muhadjir menyebut, proses produksi obat yang ditemukan cemaran bahan pelarut di atas ambang batas, seperti masalah etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dietilen glikol butil eter, dan lain-lain harus dihentikan proses produksinya.
“Tidak semua obat mengandung cemaran, hanya batch tertentu atau rombongan produksi tertentu itu saja yang di stop untuk yang lain bisa jadi batch sebelumnya atau sesudahnya sudah aman,” tandasnya. [ipl/but]






