Lumajang (beritajatim.com) – Menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal tiga hari lagi, harga bahan pokok di Kabupaten Lumajang masih relatif stabil.
Berdasarkan pemantauan di 12 pasar tradisional setempat, tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan. Tren harga ini sejalan dengan data rata-rata di Jawa Timur yang tercatat dalam Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (SISKAPERBAPO).
Harga beras, baik jenis medium maupun premium, masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), berkisar antara Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram. Gula pasir pun terpantau stabil dengan harga Rp16.000 hingga Rp17.500 per kilogram. Demikian pula dengan telur ayam yang masih di bawah HET, yakni Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
Namun, harga minyak goreng mengalami sedikit kenaikan. Saat ini, minyak goreng kemasan dijual seharga Rp18.000 per liter, naik Rp2.300 dari HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Kepala Bidang Perdagangan dan Metrologi Legal Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, Dadang Arifin, mengonfirmasi bahwa harga bahan pokok di pasar masih cenderung stabil dalam sepekan terakhir.
“Dalam seminggu ini, harga beras stabil. Begitu juga dengan gula pasir dan telur ayam. Hanya minyak goreng yang mengalami kenaikan harga,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).
Selain itu, harga beberapa komoditas lainnya cenderung fluktuatif. Bawang putih mengalami kenaikan harga hingga Rp36.000 per kilogram dari rata-rata sebelumnya Rp34.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah masih tergolong stabil dengan harga masing-masing Rp29.000, Rp52.000, dan Rp37.000 per kilogram.
“Komoditas yang mengalami kenaikan hanya bawang putih, sedangkan bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah masih stabil,” tambah Dadang.
Kenaikan harga minyak goreng menjadi perhatian masyarakat. Seorang pembeli di Pasar Baru Lumajang, Khasanah (43), mengaku sedikit keberatan dengan kenaikan tersebut.
“Biasanya beli seharga Rp15.000, sekarang jadi Rp17.000 hingga Rp18.000. Memang setiap menjelang Ramadhan selalu naik,” keluhnya.
Sebagai upaya menekan harga dan menjaga stabilitas kebutuhan pokok menjelang Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar Operasi Pasar. Program ini berlangsung sejak Senin (24/2/2025) hingga Rabu (5/3/2025) mendatang dan difokuskan di wilayah perkotaan.
Dengan adanya operasi pasar ini, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang terjangkau selama bulan suci Ramadhan. (ted)






