Tulungagung (beritajatim.com) – Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, resmi menunjuk Sofie Imam Faizal sebagai asisten pelatih fisik. Warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung ini akan membantu pelatih fisik Timnas Indonesia, Quentin Jakoba, dalam mempersiapkan tim menghadapi Australia dan Bahrain di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kompetensi pria 37 tahun ini dianggap mumpuni oleh Patrick Kluivert untuk membantu meloloskan Timnas Indonesia ke ajang Piala Dunia.
Pria kelahiran Situbondo, 15 Maret 1988, ini mulai mengenal sepak bola sejak sekolah dasar dan sempat berlatih di SSB Indonesia Muda di Mojokerto. Sofie semakin giat berlatih sepak bola hingga terpilih membela tim PS Mojokerto Putra U-18. Dua tahun kemudian, ia memperkuat Persema Malang U-21.
Namun, kariernya sebagai pemain berhenti setelah ia memutuskan untuk berkuliah di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Saat kuliah, Sofie mulai terinspirasi untuk menekuni dunia kepelatihan. Pada 2012, ia mengambil kursus pelatih D PSSI di Surabaya.
Kemudian, pada 2014, ia memperoleh lisensi C AFC di Sawangan. Setahun setelahnya, Sofie melanjutkan dengan mendapatkan lisensi B AFC. Ia lalu melanjutkan pendidikannya dengan mengambil lisensi A AFC di Malaysia, khususnya dalam bidang pelatihan fisik. Saat ini, Sofie telah mengantongi lisensi B2 AFC.
Sofie juga merintis karier sebagai pelatih. Skuad Perssu Sumenep menjadi tim pertama yang ia latih. Setelah itu, Persepam Madura Utama menjadi pelabuhan berikutnya. Sofie juga pernah menukangi Persiba Balikpapan yang berkompetisi di Liga 1 tahun 2017. Dalam kariernya di Timnas Indonesia, ia pertama kali diminta PSSI untuk menangani Timnas Putri Indonesia yang saat itu dilatih Rully Nere.
Pada April 2019, Fakhri Husaini menunjuknya sebagai pelatih fisik Timnas Indonesia U-19 yang berlaga di Piala AFF U-19 2019 dan meraih peringkat ketiga. Sebelum ditunjuk Patrick Kluivert, Sofie bergabung dengan Timnas U-17 di bawah arahan pelatih Nova Arianto. [nm/beq]






