Trenggalek (beritajatim.com) – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin melakukan safari OPD. Kali ini dia melakukan diskusi panjang dengan jajaran untuk membicarakan Strategic Maping di Dinas PUPR.
Mochamad Nur Arifin sadar betul dalam perkotaan, PU menjadi sangat penting dalam sektor pembangunan. Kemudian pihaknya juga ingin pembanguan pemerintah tidak jalan ditempat, dapat dirasakan masyarakat.
“Jadi hari ini kita bikin Strategic Maping di Dinas PUPR. Tadi semua sudah mengungkapkan mimpi-mimpinya” kata Mochamad Nur Arifin.
Bagaimana kalau di jalan kabupaten, tambah dia, kendaraan melintas dengan tonase berat, dengan tonase normal, mau dieksekusi bagaimana.
Terus kemudian yang di sumber daya air, tadi punya komitmen nanti untuk beberapa penahan jalan maupun penahan sungai melalui pendekatan yang lebih green. “Nanti akan kita coba”, katanya.
“Di bangunan gedung kita akan coba dorong di faset-faset yang ber kearifan lokal. Memberdayakan bahan baku ber kearifan lokal, UMKM lokal. Termasuk pemberdayaan irigasi berbasis masyarakat, ” terangnya.
Diskusi juga membahas biopori, pengelolaan sampah. Trenggalek di masa depan itu wajah-wajahnya ya seperti ini. Ini sebagai pengingat ke teman-teman, bahwa nanti ketika mengeksekusi semua kegiatannya harus sesuai dengan diskusi kita.
“Dan diskusi ini bukan Strategic Maping yang sifatnya Long Term, karena banyak hal-hal yang bisa digeser pendekatannya saja sudah bisa menghasilkan hasil yang berbeda. Termasuk kayak contoh yang murah tadi kita bikin semacam saringan limbah rumah tangga. Selama ini saluran drainase dengan saluran limbah jadi satu di kawasan perkotaan. Kita bikin bagaimana caranya nanti, itu bisa terpisah dengan pendekatan pendekatan yang surprise nanti,” tutup kepala daerah muda itu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Ramelan mengaku, Bupati membantu membuat visi di dinas PU. “Jadi nanti arah ke PU-an jangka panjang Trenggalek itu seperti apa. Karena banyak di Trenggalek ditentukan oleh Dinas PU Tata Ruang”, katanya.
Seperti terkait kualitas tata ruang, infrastruktur. Pihaknya merasa dibantu oleh Bupati untuk membuat visi, ke depan nanti seperti apa.
“Tapi dari semua yang di sampaikan oleh Pak Bupati contoh contoh yang terbaik di kota maju, ada beberapa yang bisa kita lakukan dalam waktu dekat ini. Tidak semua harus jangka panjang dan memerlukan anggaran besar yang bisa kita laksanakan segera,” tambahnya.
“Jadi kami sangat berterima kasih, ibaratnya bapak bupati telah memberikan arahan kepada kami”, tutup mantan Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Trenggalek itu. [nm/ted].






