Kediri (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pembina Yayasan Canda Bhirawa, Eriani Annisa Hanindhito atau yang akrab disapa Mbak Cicha, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Yayasan Canda Bhirawa dan Yayasan Mitra Industri Mandiri (MM2100) Cikarang yang digelar di Aula SMK Canda Bhirawa Pare, Kabupaten Kediri.
Mbak Cicha menyampaikan pandangannya melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohammad Solikin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa dan harus mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat, berjiwa kewirausahaan, serta berakhlak mulia.
“Kami berharap kerja sama ini dapat mendorong pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia industri, serta menjadikan SMK Canda Bhirawa semakin maju dan berdaya saing,” ujar Solikin.
Lebih lanjut, kemitraan antara lembaga pendidikan dan dunia industri disebut menjadi langkah penting dalam memastikan lulusan sekolah kejuruan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Relevansi kurikulum dan peningkatan kompetensi pendidik harus menjadi prioritas utama dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang unggul.
“Pendidikan vokasi tidak hanya menyiapkan peserta didik untuk bekerja, tetapi juga untuk berinovasi dan memimpin. SMK harus menjadi tempat tumbuhnya generasi yang adaptif, kreatif, dan berdaya cipta,” tegas Solikin.
Solikin juga menambahkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kualitas pendidikan. Ia berharap, melalui kerja sama dengan Yayasan Mitra Industri Mandiri, SMK Canda Bhirawa dapat memperluas kesempatan bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman nyata di dunia industri, baik melalui program magang, pelatihan, maupun pengembangan kompetensi berbasis teknologi.
Ketua Yayasan Canda Bhirawa, Dyah Saktiana, menyebut bahwa gagasan Mbak Cicha menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran sekolah dalam memperkuat hubungan antara pendidikan dan industri. “Arahan Mbak Cicha menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi dalam membangun pendidikan vokasi yang berkarakter dan berdaya saing global,” ujarnya.
Ketua Yayasan Mitra Industri Mandiri, Darwoto, berharap kerja sama ini menjadi sinergi yang berkelanjutan. “Mari kita jadikan MoU ini sebagai model kemitraan yang sukses, yang mampu mendorong SMK Canda Bhirawa menjadi pusat unggulan vokasi di Jawa Timur serta mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi pemimpin di perusahaan- perusahaan bertaraf internasional,” pungkasnya.
Sebagai informasi, SMK Canda Bhirawa berdiri sejak tahun 1965 dan saat ini memiliki lebih dari 2.300 peserta didik, 125 tenaga pendidik dan kependidikan, serta lima kampus yang tersebar di beberapa lokasi strategis di Kabupaten Kediri.
Keberadaan sekolah ini menjadi wujud nyata komitmen Mbak Cicha dalam mencetak generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa. [ADV PKP/nm]






