Banyuwangi (beritajatim.com) – Ratusan massa yang mengatasnamakan dirinya Sahabat Bernat Sipahutar mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi, Rabu (6/3/2024). Mereka berorasi meneriakkan adanya praktik terselubung perangkat Pemilu 2024 di Banyuwangi.
Massa menilai pemungutan suara pada Pemilu 14 Februari lalu penuh ketidakadilan. Terutama saat masa penghitungan suara di tingkat desa dan kecamatan.
Warga ini juga menduga adanya perubahan yang disengaja saat proses rekapitulasi tersebut. Mereka mengklaim perangkat pemilu lalu melakukan praktik curang yang terstruktur, sistematis dan masif.
“Mohon keadilannya. Kami hanya mencari keadilan. Pemilu harus jujur dan adil loh, Bongkar!,” teriak salah satu orator.
Sementara itu, Bernat Sipahutar yang juga caleg DPRD Banyuwangi dari Partai NasDem menilai ada kecurangan di daerah pemilihan (Dapil 1) di mana dirinya mencalonkan diri. Terutama, di Kecamatan Glagah dan Kabat.
“Kami melaporkan hal-hal kecurangan di setiap kecamatan dan dapil 1 khususnya di Glagah dan Kabat yang sangat terstruktur, sistematis dan masif,” kata caleg petahana ini.
Dia menduga, kecurangan dan praktik perangkat Pemilu 2024 dilakukan di tingkat kecamatan. Temuannya, adanya penggelembungan suara pada salah satu caleg. “Setelah rekapitulasi di PPK Glagah, penggelembungan itu sangat nyata, dan perputaran suara itu bergeser ke caleg lain,” terangnya.
Dalam laporannya ke Bawaslu Banyuwangi, pihaknya juga menyertakan sejumlah bukti kecurangan itu. Di antaranya formulir C1, bahkan ketidaksinkronnya hasil suara antara Panwas dan PPK.
“Adanya ketidaksinkronan antara laporan Panwas dan PPK yang sangat-sangat berbeda. Ini ada 94 TPS ini luar biasa. Saya capek ngurusi ini,” katanya.
Dia meminta agar dari laporan ini menjadi bahan temuan Bawaslu Banyuwangi di lapangan untuk ditindaklanjuti. “Kami minta agar ini dapat diproses sampai selesai sesuai dengan Undang-Undang Pemilu,” tegasnya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Banyuwangi, Untung Apriliyanto menyatakan pihaknya terbuka terhadap laporan yang masuk mengenai Pemilu 2024. Salah satunya dari laporan warga tersebut.
“Yang jelas kami terbuka bagi siapa saja untuk melakukan laporan ke Bawaslu, kita akan kaji dulu laporan ini udah lengkap, dan memenuhi uji materi apa belum. Nantinya juga akan kita lakukan kajian awal bentuk pelanggarannya seperti apa,” katanya.
Usai diterima oleh Bawaslu Banyuwangi, ratusan massa ini membubarkan diri. Namun mereka mengancam akan mengerahkan massa lebih banyak jika laporannya tidak mendapat tanggapan. [rin/suf]






