Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC menghadapi tantangan berat saat memasuki putaran kedua Super League 2025-2026, seiring dengan posisi mereka yang berada di posisi 14 klasemen sementara dan dekat dengan situasi rawan khususnya selama mengarungi putaran pertama kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air.
Sebab saat ini posisi tim berjuluk Laskar Sape Kerrab berada tepat dua strip di zona merah degradasi dengan torehan 17 poin, mereka hanya unggul 1 poin dari PSBS Biak di posisi 15, serta unggul 7 dan 8 poin dari tim penghuni zona merah, Persis Solo, Semen Padang, dan Persijap Jepara.
Kondisi tersebut tentunya menjadi alarm bagi tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, khususnya bagi pihak manajemen maupun jajaran tim pelatih untuk segera melakukan beragam perbaikan tim secara menyeluruh.
Terlebih putaran kedua Super League bakal menjadi fase penentuan bagi Lulinha dan kawan-kawan, apakah mereka mampu menjauh dari papan bawah dan kembali bersaing di papan atas, atau justru kembali terjebak dalam persaingan menghindari zona merah degradasi.
Posisi Klasemen dan Ancaman Degradasi
Hingga pekan ke-17, Madura United menempati posisi 14 klasemen sementara dengan koleksi 17 poin yang didapat berkat hasil 4 kali menang, 5 kali imbang dan 8 laga dengan kekalahan dari 17 laga yang dijalani.
Bahkan di sepanjang putaran pertama Super League, produktivitas gol mereka relatif terbatas dengan hanya mencetak 18 gol. Kontras dengan lini pertahanan yang bisa dibilang keropos khususnya ketika menghadapi tekanan lawan, terbukti hingga saat ini mereka sudah kebobolan sebanyak 24 gol.
Dengan kondisi tersebut, jarak perolehan poin Madura United relatif mepet dengan tim-tim zona rawan. Sehingga setiap laga pada putaran kedua nanti akan bernilai penting dan harus tidak kembali membuka ruang untuk melakukan kesalahan seperti yang terjadi di sepanjang putaran pertama Super League musim ini.
Masalah Pokok Bernama Inkonsistensi
Di sepanjang putaran pertama, Madura United relatif masih kebingungan untuk mempertahankan performa, baik ketika dilatih Angel Alfredo Vera maupun sosok Carlos Periera. Padahal peluang menang di berbagai laga relatif terbuka sekalipun pada akhirnya justru hanya bermain imbang atau bahkan gagal mendulang poin.
Mengacu pada beberapa laga terakhir putaran pertama, Madura United justru belum menunjukkan performa meyakinkan. Padahal mereka sempat membantai Semen Padang dengan skor telak 5-1 di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, sekaligus sempat menjadi asa untuk bangkit, sekalipun pada akhirnya justru tidak berlanjut secara konsisten.
Pada laga lainnya di akhir putaran pertama, Madura United bermain imbang 2-2 melawan Arema FC. Sisanya berakhir dengan kekalahan, termasuk saat menghadapi tim-tim kuat seperti Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Kekalahan telak dari PSIM Yogyakarta pada laga penutup putaran pertama semakin menegaskan perlunya pembenahan serius.
Oleh karena itu, Pelatih Carlos Eduardo Biasi Parreira, mulai memilih memanfaatkan jeda kompetisi dengan melakukan beragam evaluasi secara menyeluruh. Waktu persiapan yang tersedia menjadi kesempatan penting untuk membenahi kekurangan tim, baik dari sisi taktik, kebugaran, maupun mental bertanding.
Bahkan juru taktik berkebangsaan Brasil, juga menilai jika performa tim belum sepenuhnya stabil sejak dirinya mengambil alih kursi kepelatihan dari Coach Angel Alfredo Vera. Ia menegaskan bahwa sejumlah catatan penting sudah dikantongi dan akan segera ditindaklanjuti sebelum laga perdana putaran kedua.
Pendekatan dan perbaikan tim secara menyeluruh ini diharapkan mampu meningkatkan konsistensi permainan Madura United, khususnya dari beragam laga selama putaran pertama justru kerap kehilangan poin di momen-momen krusial.
Uji Kebangkitan Lawan Persija Jakarta
Madura United dijadwalkan membuka putaran kedua Super League dengan bertanding menghadapi lawan berat, Persija Jakarta, Jum’at (23/1/2026). Laga tandang ke markas Macan Kemayoran akan menjadi ujian awal guna mengecek hasil dari evaluasi yang dilakukan selama putaran pertama.
Bahkan laga tersebut juga akan menjadi persiapan penting bagi tim dalam mengarungi ketatnya jadwal putaran kedua kompetisi Super League, sekaligus menakar evaluasi yang dipersiapkan benar-benar berdampak pada performa tim untuk meraih hasil terbaik.
Terlebih laga tersebut juga akan memberikan dampak signifikan bagi Madura United, semisal mampu meraih hasil positif dari Persija, kepercayaan diri pemain diharapkan semakin meningkat. Sebaliknya jika kembali gagal diharapkan dapat menjadi motivasi berlipat untuk bangkit dan bangkit kembali.
Namun yang pasti, putaran pertama menjadi pelajaran penting bagi tim secara keseluruhan untuk meningkatkan kepercayaan diri untuk mulai meraih hasil positif. Bahkan putaran kedua juga bisa menjadi momen penting kebangkitan tim untuk menjauh dari papan bawah, serta mengamankan status mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. [pin/ted]






