Malang (beritajatim.com) – Menikmati panorama alam dari segala penjuru sambil bersantai di atas kasur empuk kini bisa dirasakan di Maron Valley Pujon. Terletak di dataran tinggi Kabupaten Malang, destinasi glamping ini menyuguhkan pengalaman menginap yang tak biasa dengan pemandangan 360 derajat pegunungan, termasuk Gunung Kawi di timur dan Pegunungan Dwarawati di barat.
“View kami sangat terbuka. Dari sini bisa melihat Gunung Kawi di sisi timur, sementara di barat ada Pegunungan Dwarawati, yang merupakan anak gunung dari Arjuna. Jadi bisa dibilang, view-nya 360 derajat,” ujar Edwin Noprian, pengelola Maron Valley kepada beritajatim.com, Sabtu (31/5/2025).
Terletak di Jalan Raya Maron No. 29, Desa Maron, Kecamatan Ngroto, Kabupaten Malang, tempat ini hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Batu. Lokasinya berada di ujung lembah, dengan lanskap alami yang dulunya merupakan area perkebunan pribadi. Kini, tempat ini telah dikembangkan menjadi destinasi wisata glamping dan camping yang sedang naik daun.
Keunikan Maron Valley terletak pada bentuk glamping dome yang menyerupai kubah transparan. Bentuk ini memungkinkan pengunjung menikmati keindahan alam langsung dari dalam kamar, bahkan dari tempat tidur.
“Konsep kami adalah glamour camping atau glamping. Di sini tersedia delapan unit glamping dome eksklusif, dengan fasilitas yang menyamai hotel. Ada kasur nyaman, AC portable, sandal, amenities, complimentary, teko listrik, dan kamar mandi pribadi di samping dome yang sudah dilengkapi water heater. Sarapan pagi juga kami sediakan,” jelas Edwin.
Meski dinding dome transparan, pengunjung tak perlu khawatir soal privasi. Tirai penutup disediakan di tiap unit sehingga tetap aman dan nyaman.
Maron Valley tergolong ramah anak dan cocok untuk keluarga. Banyak hal menarik bisa dilakukan oleh anak-anak, mulai dari bermain di alam terbuka hingga melihat kura-kura yang dipelihara di sekitar area penginapan.
“Kami memang menyasar segmen keluarga, komunitas, hingga camper pemula. Dari sisi usia, pengunjung kami mulai dari anak muda hingga usia 50-an,” tambah Edwin.
Selain dome, Maron Valley juga memiliki area camping ground yang bisa menampung 40–50 tenda standar. Untuk penginapan alternatif, tersedia juga Korean Glamping, yakni tenda modern yang langsung berdiri tanpa perlu dirakit.
“Tenda Korea ini sekarang sedang diminati. Tampilannya lebih modern dan kami dekorasi sedemikian rupa agar terlihat estetik. Kami bekerja sama dengan beberapa vendor dari Malang dan Batu,” ungkap Edwin.
Fasilitas Lengkap untuk Pengalaman Maksimal
Setiap tamu dijamin mendapatkan pengalaman bermalam yang nyaman. Fasilitas yang disediakan meliputi: kasur nyaman, AC portable, teko listrik, sandal, amenities, complimentary, kamar mandi pribadi dengan water heater, dan sarapan pagi

Selain itu, tersedia juga area barbeque. Peralatan untuk memanggang disediakan oleh pihak pengelola.
“Supaya pengalaman menginap lebih menyenangkan, kami menyediakan alat pemanggang untuk sosis, daging, dan lain-lain,” ujar Paedar Syawal, salah satu pengunjung.
Paedar Syawal mengungkapkan bahwa salah satu hal yang membuat dirinya betah adalah suasana khas dataran tinggi.
“Udaranya sejuk, banyak pohon rindang, dan yang paling menakjubkan, pemandangan gunung dari berbagai arah. Kalau malam, suasananya hening dan bikin rileks. Bisa memanggang bareng keluarga juga jadi momen yang menyenangkan,” katanya.
Harga sewa tergantung musim. Pada low season, glamping dome dibanderol mulai Rp600 ribuan, sementara camping mulai Rp300 ribuan. Korean Glamping mulai dari Rp1 juta.
Saat high season seperti libur nasional, tarif bisa naik menjadi Rp800 ribuan hingga Rp1 juta lebih untuk dome, dan hingga Rp1,6 juta untuk Korean Glamping.
Cara Reservasi dan Informasi Tambahan
Untuk saat ini, reservasi belum tersedia di aplikasi travel online. Pemesanan dapat dilakukan secara langsung atau melalui Instagram: @maron_valley dan Website resmi: www.maronvali.id
Edwin menambahkan, “Kami saat ini masih terus mengembangkan lokasi. Harapannya, Maron Valley bisa jadi destinasi utama bagi siapa pun yang ingin menikmati alam dengan nyaman dan tenang.” [dan/aje]






