Sumenep (beritajatim.com) – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Sumenep pekan ini mulai merangkak naik. Salah satunya telur ayam ras. Setelah sempat turun ke angka Rp 24.000 per kg pekan lalu, pekan ini naik lagi menjadi Rp 26.000 per kg.
Selain telur, komoditas yang juga mengalami kenaikan harga dalam pekan ini adalah daging, baik daging sapi maupun daging ayam broiler. Untuk daging sapi mengalami kenaikan harga Rp 5.000 per kg, menjadi Rp 115.000. Sedangkan daging ayam broiler naik menjadi Rp 37.000 per kg, setelah pekan lalu harganya Rp 36.000 per kg.
[berita-terkait number=”5″ tag=”harga-telur”]
“Naiknya harga sejumlah kebutuhan pangan itu lebih disebabkan karena tingginya permintaan konsumen. Sekarang ini kan banyak perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW. Hidangannya ada telur, ayam, dan daging sapi. Karena permintaan melonjak, hukum pasar berlaku. Harga naik,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Noer Lisal Anbiyah, Selasa (11/10/2022).
Berbeda dengan telur ayam ras, telur ayam kampung harganya stabil Rp 48.000 per kg. Demikian juga dengan daging ayam kampung, tidak mengalami perubahan harga, tetap Rp 90.000 per kg.
Sementara komoditas lain yang juga mengalami kenaikan harga adalah bawang merah. Pekan ini harga per kilonya Rp 33.000. Naik Rp 3.000 dibanding pekan lalu. Sedangkan harga bawang putih stabil Rp 20.000 per kg.
“Untuk cabai justru ada kecenderungan mengalami penurunan harga. Cabai rawit saat ini Rp 40.000 per kg, dan cabai merah besar Rp 30.000 per kg. Pekan lalu harga cabai merah besar masih di kisaran Rp 35.000 per kg,” terangnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di pasar tradisional. Pemantauan harga dilakukan di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/kun)






