Jombang (beritajatim.com) – Mantan Pj (Penjabat) Bupati Jombang Sugiat menyebut bahwa rekomendasi dari Partai Gerindra masih proses. Namun demikian, baliho Sugiat berlatar Partai Gerindra sudah bertebaran di sudut-sudut Kota Santri.
Selai dirinya, dalam balio tersebut juga terdapat gambar Ketua Umum Partai Geindra Prabowo Subianto. Menurut Sugiat, dirinya berani memasang baliho tersebut karena sudah resmi menjadi anggota Gerindra. Mantan Pj Bupati Jombang ini sudah mengantongi KTA (Kartu Tanda Anggota) partai itu.
“Saya sudah resmi menjadi kader Gerindra. Namun, rekomendasi dari Partai Gerindra untuk pemilihan bupati (Pilbup) Jombang 2024 masih berproses,” kata Sugiat usai berkunjung ke Kantor Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang untuk pindah domisili ke wilayah tersebut, Kamis (8/8/2024).
Dengan pengakuan tersebut, berarti ada dua bakal calon bupati yang berebut mendapatkan rekomendasi dari Partai Gerindra untuk bertarung di Pilkada Jombang 2024. Karena sebelumnya, pada Jumat (12/7/2024, Warsubi mendapatkan surat tugas dari dari Partai Gerindra untuk bertarung di Pilkada.
Sugiat dan Warsubi sepertinya harus bersaing untuk mendapatkan surat sakti tersebut. Seperti diketahui, dalam Pemilu 2024 di Jombang, Partai Gerindra 8 kursi. Hanya saja, untuk bisa mengusung calon dalam Pilkada, Gerindra Jombang harus membangun koalisi dengan partai lain. Mengingat untuk bisa mengusung calon, minimal 10 kursi.
Akan menggandeng siapa dalam Pilkada nanti? Sugiat menjelaskan bahwa dirinya siap berpasangan dengan siapapun. “Target saya calon Bupati Jombang, bukan calon Wakil Bupati Jombang,” ujar pria asal Desa Japanan Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang ini.
Sementara terkait kedatangannya ke Kantor Desa Kepatihan, Sugiat menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk berpamitan kepada kepala desa setempat. Karena dirinya berdomisili di salah satu rumah di Desa Kepatihan.
Selain sebagai tempat tinggal, rumah yang berada di belakang kantor DPRD Jombang ini rencananya juga dipakai untuk posko pemenangan. “Lebih startegis di kota. Karena kalua harus ke Gudo terlalu jauh dengan Jombang kota,” ujar mantan Kepala Badan Intelijen Daerah (BIN) Sulawesi Barat ini. [suf]






