Jombang (beritajatim.com) – Gus Salman atau KH Salmanudin Yazid maju sebagai Cawabup (Calon Wakil Bupati) Jombang berpasangan dengan Cabup H Warsubi. Gus Salman mengaku mengikuti kontetasi tersebut dengan niat ibadah dan berkhidmah.
“Di NU (Nahdlatul Ulama) ada slogan begini bunyinya, al-ilmu bi ta’allum wal barakah bil khidmah, yang artinya ilmu diperoleh dengan belajar, dan keberkahan ilmu diperoleh dengan khidmah (mengabdi),” jelasnya saat menemui warga di Pasar Rakyat Warsa dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
“Dengan niat khidmah, saya ingin mengabdi dengan Abah Warsubi untuk Jombang lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,” lanjutnya.
Ia mengaku miris melihat pembangunan Kabupaten Jombang yang tidak merata. Masa kampanye melalui pasar rakyat WarSa dengan calon Bupati Warsubi menjadi salah satu hal yang bisa menunjukkan kondisi desa-desa Kabupaten Jombang yang banyak problem, utamanya infrastruktur jalan.
Gus Salman akan mengusahakan selama 5 tahun kepemimpinannya bersama Warsubi akan memperbaiki jalanan di Jombang yang rusak parah. “Selama 5 tahun, jalan di kabupaten Jombang insyaallah sudah mulus. Jombang bisa Lebih maju, lebih makmur dan lebih pesat, pengangguran terkurangi dan pertanian lebih maju,” katanya.
Bagi Gus Salman, menjadi pemimpin itu harus banyak ingat mati. Sehingga tidak akan memiliki niat buruk seperti korupsi, kolusi dan nepotisme.
“Jadi pemimpin itu harus selalu ingat mati. Apa yang diperbuat hari ini semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Insyaallah saya dan abah jika nanti memimpin Jombang akan bersikap adil, jujur dan amanah,” pungkasnya.
Pilkada Jombang digelar 27 November 2024. Ada dua pasangan calon yang sudah ditetapkan oleh KPU Jombang. Yaitu, nomor urur 01 Mundjidah Wahab-Sumrambah (MuRah). Pasangan ini diusung PDIP (10 kursi), PPP (4 kursi), Partai Demokrat (6 kursi). Totalnya 20 kursi. Pasangan ini juga didukung partai non-parlemen, Hanura.
Kemudian, paslon nomor urut 02 H Warsubi-KH Salmanudin Yazid (WarSa). Pasangan ini diusung oleh sejumlah partai. Di antaranya, Partai Gerindra (8 kursi), PKB (12 kursi), Partai Golkar (5 kursi), PKS (3 kursi), serta Partai Nasdem (2 kursi). Totalnya 30 kursi.
Sedangkan partai non-parlemen yang memberikan rekomendasi untuk pasangan ini adalah PAN (Partai Amanat Nasional), PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dan Partai Gelora. [suf]






