Jombang (beritajatim.com) – Cabup (Calon Bupati) Jombang, H Warsubi berkomitmen untuk memajukan kuliner khas Jombang sebagai daya tarik wisata yang mampu bersaing. Oleh karena itu di sela sibuknya jadwal kampanye, Warsubi bersama istrinya, Yuliati Nugrahani, menyempatkan melakukan kuliner malam.
Nah, pada Selasa (19/11/2024), Yuli, panggilan akrab istri Warsubi memilih warung lodeh Mbok Semah untuk bersantap malam. Baginya nasi lodeh Mbok Semah memiliki rasa memanjakan lidah yang bikin kangen.
“Ketika pulang umrah, pasti akan meminta dibungkuskan lodeh Mbok Semah sebagai pengobat rindu,” ujar Yuli sembari menyantap nasi sayur lodeh yang baru disajikan.
Meski kini yang meneruskan usaha kuliner legendaris itu adalah generasi kedua, rasanya tidak pernah berubah sejak warung lodeh mbok semah berdiri tahun 1980-an. “Lodeh legenda ini sekarang sudah diteruskan sama putrinya, Mbak Aisyah. Tapi rasanya masih sama, tidak berubah. Rasanya sedap sekali,” ujar Warsubi.
Nasi lodeh Mbok Semah berada di sebuah gang kecil Dusun Kapas Desa Dukuhklopo Kecamatan Peterongan. Meski letaknya tersebunyi, tapi yang mengantre bukan main banyaknya. Buka sore hingga malam hari.
Menunya, nasi lodeh rebung yang dicampur dengan nangka muda. Lalu disajikan dengan sambal goreng tahu dengan citarasa manis dan pedas. Jika ingin lebih nikmat, empal daging atau paru goreng bisa ditambahkan.
Nasi lodeh Mbok Semah bukan satu-satunya yang didatangi Warsubi, Yuli dan tim relawan. Jika ada sedikit waktu, setiap perjalanan kampanye, mereka menyempatkan diri untuk mampir di lokasi kuliner yang tersohor di salah satu kecamatan di Jombang.
Bakso Mama di Denanyar, bakso Brimob di Desa Jenis Gelaran Kecamatan Bareng hingga Soto daging Pak Seger di kecamatan Ploso dan Nasi Sambelan Semox di pinggir sungai Brantas, Desa/Kecamatan Megaluh. Lokasi-lokasi itu menjadi destinasi kuliner favorit mantan Kepala Desa Mojokrapak tiga periode ini.

Saat singgah ke nasi sambelan Semox di pinggir Sungai Brantas, Rabu (20/11/2024), Warsubi dan istri biasanya menyantap nasi yang disajikan panas dengan sambal tomat mentah, ikan bader goreng beserta sayur trancam.
Sayur ini bentuknya mirip urap. Bedanya, trancam berisi aneka sayuran segar tanpa direbus. Seperti kacang panjang, kecambah, daun simbukan, daun kemangi, serta beluntas yang dipadu dengan sambal kelapa pedas.
Untuk lauknya ada aneka ikan goreng, telur, ayam goreng atau ayam bakar dan tahu tempe. Tidak hanya menyajikan aneka masakan pedas, di warung ini juga bisa menikmati pemandangan tepi tanggul Sungai Brantas jika datang saat siang dan sore hari.
“Abah Warsubi memang sering makan di sini dengan Ibu (Yuliati Nugrahani). Biasanya kalau ke sini rame-rame ngabarin dulu,” kata Dwi Adi, pemilik Warung.
Menurut Warsubi, kuliner Kabupaten Jombang memiliki keunikan di tiap kecamatan dan desa. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang dari luar Jombang untuk berkunjung.
“Kita patut bersyukur karena Kabupaten Jombang memiliki ragam potensi dan daya tarik wisata. Tidak hanya wisata alam saja, tapi kuliner juga,” ujarnya.
“Masakan kita yang beragam itu juga memiliki citarasa yang lezat. Tapi tetap perlu inovasi dan tentunya promosi agar bukan masyarakat Jombang saja yang datang tapi juga dari Kabupaten lain. Ini jadi bagian dari meningkatkan nilai wisata Jombang,” pungkasnya. [suf]






