Surabaya (beritajatim.com) – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Emil Elestianto Dardak, terlihat santai dan akrab saat nongkrong bersama anak-anak Skena di Warkop Semeleh, Jalan Gubeng Kertajaya 12 Surabaya.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua HIPMI Surabaya, Denny Yan Rustanto, dan Ketua Karang Taruna Surabaya, Febryan Kiswanto. Emil turut serta dalam permainan Werewolf yang diikuti oleh para remaja komunitas lokal.
Emil mengaku sangat menikmati pengalaman bermain Werewolf bersama mereka. Meskipun awalnya sempat sungkan untuk dieliminasi, Emil merasa justru hal itu menambah keseruan permainan.
“Pertama, karena saya dapat perannya jadi warga biasa, mereka sungkan bunuh saya, karena pasti mereka tahu kan siapa yang bunuh saya, jadi kayaknya mereka sungkan,” ujar Emil dengan tawa.
Selain keseruan permainan, Emil juga merasakan bahwa sebagai warga biasa, ia tidak perlu merasa terbebani untuk menutupi peran, melainkan hanya perlu berargumen secara logis.
“Yang kedua, sebagai warga biasa bebannya sebenarnya lebih rendah, karena kita nggak perlu menutupi fakta, kita hanya perlu berargumen,” tambah Emil.
Permainan menjadi semakin menarik ketika Emil mulai melihat pola-pola permainan yang terbentuk. Ia pun mencatat bahwa intrik antar pemain, termasuk sesama Werewolf yang bisa saling membunuh, menambah daya tarik dari permainan ini.
“Tadi yang menarik adalah makin lama ada pola walaupun agak juga, karena sesama Werewolf bisa saling membunuh juga. Intinya game ini sangat seru ternyata, sangat menarik, kayaknya nagih,” kata Emil.
Emil juga menyadari bahwa bermain dengan orang yang sudah saling mengenal menambah dinamika dan intrik permainan. Ia menyebut adanya sedikit sentimen pribadi di antara beberapa pemain yang semakin memperkaya pengalaman bermain.
“Kayaknya ada sentimen pribadi tadi antara beberapa pemain, ada 3 golongan tadi saya lihat di dalam permainan,” tuturnya.
Secara keseluruhan, Emil mengaku sangat menikmati momen bersama komunitas Skena Surabaya ini. Ia menilai permainan Werewolf sangat seru karena memerlukan logika, trik, dan intrik dalam strategi permainannya.
“Intinya seru sekali games-nya, karena menggunakan logika, trik, dan intriknya,” tutup Emil. [asg/beq]






